Monday, September 4, 2017

16 TENSES DALAM BAHASA INGGRIS

Di Indonesia di kenal 16 tenses bahasa inggris meski secara umum hanya 12 tenses. Tenses english secara sederhana dapat diartikan sebagai pola kalimat yang berubah menurut waktu merujuk pada masa lalu (Past), masa sekarang (Present) dan masa depan (Future). Dengan memahami tenses bahasa inggris kita bisa menyusun kalimat dengan lebih baik meski tidak harus selalu kita gunakan.

Berikut 16 tenses bahasa inggris yang akan kita pelajari dalam topik belajar grammar bahasa inggris kali ini :

1.   Present Tenses
•     simple present tense
Materi  pertama  belajar  grammar  tenses  bahasa  inggris  yaitu  The  Simple
Present  Tense.  The  Simple  Present  Tense  adalah  tenses  yang  puaaaling  banyak digunakan, dan karena paling banyak maka pembahasannya juga akan lebih panjang. Arti simple yaitu sederhana, sedangkan present adalah sekarang. Jadi bisa dikatakan bahwa   Simple   Present   adalah   tenses   (pola   kalimat)   yang   digunakan   untuk menceritakan waktu sekarang dalam bentuk sederhana. Nama lain daripada Present adalah BENTUK 1.
Jadi kapanpun Anda melihat kata present dalam tenses apapun, bisa dipastikan bahwa dia menggunakan  bentuk  1  –  bentuk  apa?  ya bentuk  verb, karena semua predicate itu wajib verb bukan, coba lihat posting awal grammar basic ini. Coba liat contoh-contoh kalimat dengan Simple Present dibawah ini

TOBE
I am a teacher You are a teacher We are teachers They are teachers He is a teacher She is a teacher
It is my cat

Kalau  Anda  mengamati,  maka  kalimat  diatas  semuanya  mengggunakan
PREDICATE-1 atau predikat dalam bentuk 1, lihat saja tobe nya tidak lepas dari AM
– IS – ARE. Contoh diatas adalah The simple present tense dalam bentuk nominal, karena semua kalimatnya menggunakan tobe-1
Apakah  ada bentuk lainnya?  Ada,  yaitu The Simple Present Tense dalam bentuk VERBAL. Yaitu yang tidak memiliki tobe tapi memiliki verb. Nanti akan di terangkan. Untuk saat ini cukup kita simpulkan bahwa ada 2 (dua) jenis Simple Present yaitu:

1. Nominal Simple Present
2. Verbal Simple Present

Untuk mengubah kalimat NOMINAL SIMPLE PRESENT kedalam bentuk negative (menyangkal) ataupun interrogative (bertanya) sangatlah mudah, amati:

(+) You are a teacher
(- ) You are NOT a teacher
(? ) Are you a teacher?
•     Present Continuous tense
Present Continuous tense dalam tenses bahasa inggris digunakan untuk tindakan yang sedang berlangsung sekarang, kejadian di waktu sedang berbicara dan tindakan yang berlangsung  hanya  untuk  jangka  waktu  yang  singkat.  Present  Continuous  tense disebut juga dengan Present Progressive Tense
Penggunaan :
1.   kejadian sekarang atau kegiatan sementara

contoh : Mr. Teguh si writing a new book
Mr. Teguh sedang menulis buku baru
2.   Rencana di masa depan yang sudah pasti waktunya (pribadi) I am going to Surabaya at 07.30 tomorrow
Saya akan pergi ke Surabaya jam 7.30 besok
3.   kejadian terkait atas sesuatu atau seseorang disekitar waktu sekarang atau sedang berbicara
contoh : it is raining day hari ini sedang hujan
4.
Rumus Present Continuous Tense : Positif (+):
subject + to be (am, is, are) + Verb – ing + object
Negatif (-) :
subject + to be + not + verb – ing + object
Tanya (?) :
to be + subject + verb – ing + object

Contoh Present Continuous Tense : (+) I am watching TV now
(-) Mr. Khanafi is not going to Jakarta
(?) Is Mrs. Annisa cooking in the kitchen ?)

Present Continuous tense membutuhkan :
- kata kerja “to be”
Tunggal,
I am (orang pertama) You are (orang kedua)
He / she / it is (orang ketiga)

Jamak,
We are (orang pertama) You are (orang kedua) They are (orang ketiga)
- bentuk kata kerja “-ing”

Contoh :
Go + ing = going
- Keterangan waktu (adverb of time) yang sering digunakan dalam Present
Continuous tense :
“NOW, RIGHT NOW, TOMORROW,etc”

•     Present Perfect tense
bentuk Present Perfect tense dalam tenses bahasa inggris digunakan untuk suatu tindakan sederhana  yang masih berlangsung atau  yang baru sajar berhenti, tetapi memiliki pengaruh hingga masa kini. Menempatkan penekanan pada hasil.

Penggunaan :
1. tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak pasti sebelum saat ini
2. tindakan di masa lalu dan memiliki pengaruh di masa sekarang
3. tindakan yang dimulai di masa lalu dan masih berlanjut di masa sekarang

Rumus : Positif (+)
Subject + has / have + been + object Subject + has / have + verb III + object Negatif (-)
Subject + has / have + not + been + object Subject +has / have + not + verb III + object Tanya (?)
Have / has + Subject + verb III + object
Have / has + subject + been + object

Contoh :
I have been at home for a month (+)
Mr. Handoko has not eaten the sate already (-) Has Mr. Imam been here since 06.00 ? (?)

Untuk membentuk kalimat Present Perfect (simple) tense kita perlu mengetahui tentang :
1. kata kerja (verb) “have” ( kata kerja bantu / auxiiliary verb)
- Bentuk tunggal, I have
You have
He / she / it has
- Bentuk jamak, We have
You have
They have
2. past participle (been / verb III) Contoh :
Talk = talked (regular) Go = gone (irregular)

•     Present Perfect Continuous tense
Present Perfect Continuous mengungkapkan tindakan yang telah dimulai di masa lalu dan sekarang masih  berlanjut.  Tenses bahasa inggris  ini  juga digunakan  untuk  menceritakan kejadian yang dimulai dimasa lalu dan baru saja selesai.
Penggunaan
1.   tindakan yang telah dimulai dimasa lalu dan masih berlanjut sekarang
2.    tindakan yang baru saja berhenti

Rumus : Positif (+)
Subject + has / have + been + verb-ing
Negatif (-)
Subject + has / have + not + been + verb-ing
Tanya (?)
Has/have + subject + been + verb-ing ?

Contoh :
(+) I have been watching TV for two hours
(+) He has been playing football since elementary school
(-) Marina has not been learning english for two years
(?) Have you been reading a book for an hour ?

Keterangan waktu (adverb of time) yang digunakan,
“for” dan “since” merupakan keterangan waktu yang sangat umum digunakan dalam Present
Perfect Continuous tense

5.   Past Tenses
•     Simple Past tense
Simple past Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang telah terjadi pada waktu tertentu di masa lalu. kejadian bisa pendek atau panjang. Berarti juga bisa menjadi beberapa kejadian terjadi satu demi persatu. Secara umum, Ada dua fakta penting yang perlu diingat dalam tenses bahasa inggris ini :
    kata kerja tak beraturan (Irregular Verbs)
kalimat negatif dan pertanyaan tidak seperti kalimat positif tetapi mempertahankan bentuk dasar kata kerja

Penggunaan
1.   Peristiwa di masa lalu yang telah selesai (misalnya : I went to school)
2.   Situasi di masa lalu (they lived a normal life until they won a lottery)
3.   Serangkaian tindakan di masa lalu

Rumus
Positif (+)
- Subject + to be (was/were) + complement
- Subject + verb 2 + object
Negatif (-)
- Subject + to be (was/were) + not + complement
- Subject + did not + verb 1 + object
Tanya (?)
- Did + subject + verb 1 + object ?

Contoh Simple Past tense:
(+) He was a businessman in 1999
(+) I sell these motorcycles in Surabaya
(-) She did not visit me yesterday
(-) My parents were not home this afternoon(-) (?) Did you play football yesterday?

Keterangan waktu (adverb of time) yang umum digunakan dalam simple past tense : Yesterday (kemarin, the other day (lain hari), just now (sekarang), the day before yesterday (sehari sebelum kemarin), etc

•     Past Continuous tense
Past Continuous Tense mengungkapkan tindakan di masa lalu yang sedang berlangsung. tindakan kadang dapat juga disela oleh sesuatu. bentuk tenses bahasa inggris ini disebut juga Past Progressive Tense

Penggunaan :
1. Tindakan yang sedang berlangsung
2. kegiatan sela yang sedang berlangsung
[Past Continuous] + When + [Past Simple]
3. kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu yang sama di masa lalu
4. Pertanyaan bersyarat / sopan
Misalnya : I was wondering if you could carry my bag.

Rumus
Positif (+)
Subject + to be (was/were) + verb-ing + object
Negatif (-)
Subject + was/were + not + verb-ing + object
Tanya (?)
- was/were + subject + verb-ing + object ?

Contoh - Past Continuous tense : (+) He was sleeping when I came
(-) He was not sleeping when I came (-) (?) Was he sleeping when I came ?
(+) I was working all night yesterday(+)
(-) I was not working all night yesterday (-) (?) were you working all night yesterday ?

•     Past Perfect Tense
Kita menggunakan Past Pefect (simple) tense untuk menunjukkan suatu tindakan di masa lalu berkaitan dengan tindakan lain sebelumnya di masa lalu.

Penggunaan :
1.   menceritakan sebuah tindakan yang sudah selesai sebelum tindakan lain di masa lalu
2.    kalimat pengandaian (Conditional Sentence) Type III If + subject + Past perfect +
would have + verb III
If we had known the answer, we would have told you
3.   kalimat tak langsung (reported speech)

Ann: I have searched all the rooms.
George: Ann said she had searched all the rooms.
George : Ann mengatakan bahwa dia sudah mencari semua kamar
untuk pembahasan selengkapnya tentang reported speech dalam berbagai tenses disini

Rumus Past Perfect Tense : Positif (+)
Subject + had + verb III + (past participle) + object
Negatif (-)
Subject + had + not + verb III + object
Tanya (?)
Had + subject + verb III + object ?

Contoh - Past Perfect tense :
(+) They had been here before 1945
(-) They had not been here before 1945 (-) (?) Had they been here before 1945 ? (?)
(+) She had gone to Amsterdam when I called her (+)
(-) She had not gone to Amsterdam when I called her (-) (?) Had she gone to Amsterdam when you called her ?

Keterangan waktu (Adverb of time) yang umum digunakan dalam past Perfect tense ini :
after, before, already, as soon as, just, yet, until, till, by the time that.
past Perfect tense juga digunakan untuk ungkapan seperti : “I wish”, “as if/though”
and “if only”.
I wish I hadn’t gone there.
aku berharap aku tidak pernah pergi kesana
Jono looked as if he had done something terrible.
Jono tampak seolah-olah ia telah melakukan sesuatu yang mengerikan

•     Past Perfect Continuous tense

Past Perfect Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan suatu tindakan yang dimulai di masa lalu dan berlangsung sampai tindakan lain yang di masa lalu. Penggunaan :
1. Durasi tindakan masa lalu sampai titik waktu tertentu di masa lalu juga
2. kalimat pengandaian (Conditional Sentence) Type III
If it hadn’t been raining, we would have played football
3. kalimat tak langsung (reported speech) Ann: I was crying
George: Ann said she had been crying
George : Ann mengatakan bahwa dia telah menangis

Rumus
Positif (+)
Subject + had + been + verb-ing + object
Negatif (-)
Subject + had + not + been + verb-ing + object
Tanya (?)
Had + subject + been + object ?

Contoh Past Perfect Continuous tense :
He had been living in Jakarta about ten years (+)
He had not been living in Jakarta about ten years (-) Had He been living in Jakarta about ten years ? (?)

Perbedaan antara Present Perfect Continuous and Past Perfect Continuous adalah : Present Perfect Continuous mengungkapkan tindakan  yang terus berlanjut sampai sekarang sedangkan Past Perfect Continuous tidak.
He has been playing for two hours
Dia telah bermain selama 2 jam (dia masih bermain atau baru saja selesai) He had been playing for two hours when arrived
Dia telah bermain selama 2 jam ketika saya tiba (sekarang tidak sedang bermain.

MODUL PRESENT CONTINOUS TENSE, PRESENT PERFECT TENSE DAN SIMPLE FUTURE TENSE

 PRESENT CONTINOUS TENSE
Menyatakan  kejadian yang sedang berlangsung.
1. RUMUS

(+) Subject + is/am/are + Ving + (object+adverb)
(-) Subject + is/am/are + not + Ving + (object+adverb)
(?) Is/am/are + subject + Ving + (object+adverb)
(-?) Is/am/are + subject + not + Ving + (object+adverb)
Example :
(+) She  is writing a letter now.
         (Dia sedang menulis sebuah surat sekarang)
 (-) She is not writing a letter now.
         (Dia tidak sedang menulis surat sekarang.)
  (?) Is she writing a letter now?
         (Apakah dia sedang menulis surat sekarang?)
         Jawaban untuk kalimat (?) bentuk ini adalah Yes,... atau No,....
         Jawaban :
        Yes, she is. (Ya)
        No, she is not. (Tidak)

2. FUNGSI
a.  Menyatakan kejadian yang sedang berlangsung di masa sekarang.
Example : Look at! Rifqi is dancing beautifully.

b. Menyatakan kejadian dalam kerangka proses.
→ Terdapat Time Signal = this + time

Example : Rifqi is studying at BBC this year.

c. Menyatakan kejengkelan.
→Terdapat adverb of frequency (keseringan)
Usually, often, always, .....

Example : you are alwasy disturbing me.
 (Kamu selalu mengganggu ku.)

d. Future time (sudah direncanakan sebelumnya.)

Example : Next time Rifqi is painting the wall.
(Minggu depan Rifqi akan mengecat tembok)

e. Menyatakan kejadian yang beransur-angsur berubah dimasa sekarang

Example :  Now the wind is blowing fasterland faster.
(Sekarang anginya berhembus semakin lama semakin kencang.)
f. Temporary characteristic (tumben)
→Syarat : kalimat nominal yang memenuhi syarat.

Example : You (be) are being foolish now.



PRESENT PERFECT TENSE

Menyatakan kejadian  yang sedang/sudah terjadi.

A. RUMUS
1. Rumus Bentuk Verbal Sentence
(+) S + have/has + V3 + o + adverb
(- ) S + have/has + not + V3 + o + adverb
(? ) Have/Has + s + V3 + o + adverb?

Example:
(+) She has written a letter since 2 days.
(-) She has not written a letter since 2 days.
(?) Has she written letter since 2 days?

2. Rumus Bentuk Nominal Sentence
(+) S + have/has + been + 3 complement (ANA)
(-) S + have/has + not + been + 3 complement (ANA)
(?) Have/Has + s + been + 3 complement (ANA) ?

Example:
(+) They have been here for two hours.
(-) They have not been here for two hours.
(?) Have they been here for two hours.

B. MAKNA
(+) Sudah/Telah
(-) Belum
(?) Sudahkah ..... ?/Apakah ..... sudah ..... ?
(-?) Belumkah ..... ?/Apakah ..... belum ..... ?


C. TIME SIGNAL
1. Just →Penekanan
Makna : Baru saja
Posisi : Middle

Example : Rifqi has just come. (Rifqi baru saja datang.)

2. Already →Penekanan (kejadian lebih dahulu dari pada yang dibayangkan)
Makna : Sudah
Posisi : Initial, Middle, Final

Example : Already they have got married.
They have already got married.
They have got married already.
(Mereka sudah menikah.)

Note : Just & Already tidak bisa digunakan untuk kalimat (-) & (-?).

3. Not ..... yet ( Belum) →Penekanan

Example : Rifqi hasn’t met a beautiful girl yet.
(Rifqi belum menemui cewek cantik)

4. Adverb of Frequency
Always, Often, usually, Seldom, Ever, Never, Sometimes, Occasionally

Example : Rifqi has never been sad.
(Rifqi belum pernah sedih)

5. Adverb yang menunjukkkan durasi waktu
Up to now
Up to the present
Until now
Till now
So far
All + time
All + my
Recently
Lateli

Example : Until now Roni  hasn’t got a wife.
(Sampai saat ini Roni belum mendapatkan istri.)


6. Since & For
Since : Sejak
For : Selama

 Example : Juned has been here since the rain stopped.
(Juned sudah disini sejak hujan berhenti)

Juned has been here for 2 hours.
(Juned sudah disini selama 2 jam)



SIMPLE FUTURE TENSE

Menyatakan kejadian yang akan datang.

1. RUMUS
Kalimat Verbal
(+) Subject + will/shall + V1 + (object+adverb)
(-) Subject + will/shall + not + V1 + (object+adverb)
(?) Will/Shall + subject + V1 + (object+adverb)
(-?) Will/Shall + subject + not + V1 + (object+adverb)

Note : will : digunakan untuk subject I, yuo, we, they, she, he, it
Shall : digunakan untuk subject I, we

Kalimat nominal
(+) Subject + will/shall + be + 3 complement
(-) Subject + will/shall + be + not + 3 complement
(?) Will/Shall + subject + be + 3 complement
(-?) Will/Shall + subject + not + be + 3 complement

2. Time signal
Nex + time
Next Sunday
Next day
Next night
Next week
Next month

General time in future time
Tomorrow
The day after tomorrow
Two day after tomorrow
Soon

3. Funsi
1. Menyatakan kejadian yang terjadi di waktu yang akan datang future time

Example : I will go to jakarta tomorrow. (saya akan pergi ke jakarta besok)

2. Prediksi
(Menyatakan prediksi mengenal sesuatu yang dianggap akan terjadi)

Example : Be carefull the boy will strike you.
(Hati-hati anak itu akan menyerangmu)

3. General truth in future
(Menyatakan kebenaran umum yang terjadi dimasa yang akan datang)

Example : Everyone will die. (Setiap orang akan mati)
Doomsday will come. (Kiamat akan datang)




SOAL :

Rifqi (smell) ................................. the flower now.

Tomorrow Zulfadlain (give) ............................... something to me.

Haq (come) ................................ next year.

My mother (cook) .......................................... in the kitchen.

I (live) ......................................... in Pegagan  now.

Rifqi (work) ......................................... in Pertamina for 3 years.

Ruslan (sleep) ................................... already.

My teacher  (arrive) ..............................

Haq (wash) ................................................. The car now.

Rifqi (study) ................................................ in BBC since 2015.

Saturday, September 2, 2017

CONTOH MAKALAH PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman dan kemasyarakatan untuk mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberi penjelasan ataupun melakukan penerapan.
Pendidikan adalah suatu proses mentransfer ilmu dari pendidik kepada peserta didik. Ilmu pengetahuan erat kaitannya dengan obyek pendidikan. Ilmu yang ditransfer umumnya ilmu pengetahuan yang bersifat memberi pengetahuan peserta didik dengan harapan peserta didik mampu mengetahui segala macam keadaan alam, sosial dan kebudayaan yang ada di dunia. Misalnya pada pendidikan formal atau sekolah, obyek utama dalam proses pendidikan adalah ilmu pengetahuan.
Mengapa pendidikan itu disebut ilmu? Karena, ilmu merupakan obyek utama dari pendidikan. Tanpa ilmu, segala sesuatu tidak dapat berjalan dengan.misalnya, anak sejak kecil dididik oleh orang tuanya kalau makan supaya menggunakan tangan kanan, itulah yang dinamakan pendidikan dan makan menggunakan tangan kanan itulah yang disebut ilmu karena kalau menggunakan tangan kiri tidak sopan. Contoh lain misalnya orang melamar pekerjaan, sebelum orang tersebut diterima menjadi karyawan tetap ia harus ditraining. Training inilah yang dinamakan pendidikan dan materi-materi yang dilakukan selama training itulah yang disebut ilmu.
1.2 Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini sebagai berikut :
1.        Apa syarat pendidikan sebagai ilmu ?
2.        Apa sifat - sifat pendidikan sebagai ilmu ?
3.        Bagaimana pengembangan pendidikan sebagai ilmu ?
1.3 Tujuan makalah
Tujuan dari penulisan makalah ini sebagai berikut
1.        Perbedaan pendidikan dan pengetahuan.
2.        Menjelaskan maksud ilmu normative, teoritis, praktis
3.        Menjelaskan cabang – cabang dan ilmu pendidikan



BAB II
ISI


2.1 Pendidikan sebagai ilmu
Pendidikan adalah fenomena yang fundamental atau asasi dalam kehidupan manusia. Kita dapat mengatakan, bahwa di mana ada kehidupan manusia, bagaimanapun juga di situ pasti ada pendidikan (Driyarkara, 1980: 32). Pendidikan sebagai gejala yang universal, merupakan suatu keharusan bagi manusia, karena disamping pendidikan sebagai gejala sekaligus juga sebagai upaya memanusiakan manusia itu sendiri.
Dengan perkembangan kebudayaan manusia, timbullah tuntutan akan adanya pendidikan yang terselenggara lebih baik, lebih teratur dan didasarkan atas pemikiran yang matanmg. Manusia ingin lebih mempertanggungjawabkan caranya dia mendidik generasi penerusnya agar lebih berhasil dalam melaksanakan hidupny, dalam pertemuan dan pergaulannya dengan sesama dan dunia serta dalam hubungannya dengan Tuhan. Di sinilah muncul keharusan pemikiran teoritis tentang pendidikan.
Satu hal yang menjadi jelas dari apa yang disebut pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi – potensi yang dimiliki manusia. Pengertian demikian menurut Soedomo (1990: 30), selalu dipegang oleh kalangan pendidikan.
Menurut M.J Langeveld (1955), paedagogiek (ilmu mendidik atau ilmu pendidikan) adalah suatu ilmu yang bukan saja menelaah obyeknya untuk mengetahui betapa keadaan atau hakiki objek itu, melainkan mempelajari pula betapa hendaknya bertindak.
Menurut S. Brodjonagoro (1966: 35), ilmu pendidikan atau paedagogiek adalah teori pendidikan, perenungan tentang pendidikan. Dalam arti luas paedagogiek adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari soal – soal yang timbul dalam praktek pendidikan.
Menurut Cater V. Good (1945: 36), ilmu pendidikan adalah suatu bangunan pengetahuan yang sistematis mengenai aspek – aspek kuantitatif dan objektif dan proses belajar, menggunakan instrumen secara seksama dalam mengajukan hipotesis – hipotesis pendidikan untuk diuji dan pengalaman, seringkali dalam bentuk eksperimental.
Menurut Driyarkara (1980: 66 – 67), ilmu pendidikan adalah pemikiran ilmiah, pemikiran yang bersifat kritis, metodis dan sistematis) tentang realitas yang kita sebut pendidikan (mendidik dan matis) tentang realitas yang kita sebut pendidikan (mendidik dan dididik). Kritis berarti bahwa orang tidak menerima saja apa yang ditangkap atau muncul dalam benaknya, tetapi semua pernyataan, semua afirmasi harus mempunyai dasar yang kuat. Orang yang bersikap kritis, ingin mengerti betul – betul (tidak hanya membeo), ingin mengalami sesuatu dengan seluk beluknya dan dasar – dasarnya. Metodis berarti bahwa dalam proses berpikir dan menyelidiki orang menggunakan suatu cara tertentu. Sistematis berarti bahwa pemikir ilmiah itu dalam prosesnya dijiwai oleh suatu ide yang menyeluruh dan menyatukan, sehingga pikiran – pikiran dan pendapat – pendapat tidak tanpa hubungan, melainkan merupakan kesatuan.
Dari definisi – definisi Ilmu pendidikan yang diutarakan oleh para ahli dapat disimpulkan bahwa :
1.                  Ilmu pendidikan adalah ilmu yang menelaah fenomena pendidikan dan semua fenomena yang ada hubungannya dengan pendidikan dalam perpektif yang luas dan integratif.
2.                  Fenomena pendidikan dan semua fenomena yang ada hubungannya dengan pendidikan ini bukan hanya merupakan gejala yang melekat pada manusia (gejala yang universal), dalam perpektif yang luas, melainkan juga sekaligus merupakan upaya untuk memanusiakan manusia agar menjadi sebenar – benarnya manusia (insan), yang hal ini secara integratif diperlukan penggunaan berbagai kajian tentang pendidikan (kajian historis, filosofis, psikologis dan sosiologis tentang pendidikan).
3.                  Upaya pendidikan mencakup keseluruhan aktivitas pendidikan (mendidik dan dididik) dan pemikiran yang sistematik tentang pendidikan.
2.2 Syarat pendidikan sebagai ilmu
Ilmu adalah suatu pengetahuan yang disusun secara kritis, metodis dan sistematis yang berasal dari observasi, studi dan eksperimentasi untuk menentukan hakikat dan prinsip – prinsip apa yang dipelajari.
Suatu kawasan studi dapat tampil atau menampilkan diri sebagai suatu disiplin ilmu, bila dipenuhi setidak – tidaknya tiga syarat, yaitu :
               Memiliki objek studi (objek material dan objek formal)
               Memiliki sistematika
               Memiliki metode
Yang menjadi objek material ilmu pendidikan adalah perilaku manusia. Apabila kita pelajari perilaku manusia sebagai makhluk yang hidup dalam masyarakat maka perilaku itu disamping dapat dilihat dan segi ilmu pendidikan juga dalat dilihat dan segi – segi yang lain seperti segi psikologis, sosiologis, antropologis.
Objek formal ilmu pendidikan adalah menelaah fenomena pendidikan dan semua fenomena yang ada hubungannya dengan pendidikan dalam perspektif yang luas dan integratif. Fenomena pendidikan dan semua fenomena yang ada hubungannya dengan pendidikan ini bukan hanya merupakan gejala yang melekat pada manusia, melainkan juga sekaligus merupakan upaya untuk memanusiakan manusia agar menjadi sebenar – benar manusia (insan).
Secara teoritik, sistematika ilmu pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga segi tinjauan, yaitu:
               Melihat pendidikan sebagai gejala manusiawi
               Dengan melihat pendidikan sebagai upaya sadar
               Dengan melihat pendidikan sebagai gejala manusiawi, sekaligus upaya sadar dengan mengantisipasi perkembangan sosio – budaya di masa depan.
Selanjutnya syarat ketiga bagi disiplin ilmu yaitu memiliki metode. Metode – metode yang dapat dipakai untuk ilmu pendidikan sebagai berikut (Soedomo,
1990: 46 – 47; Mub, Said, 1989)
A.      Metode Normatif
Metode normatif berkenaan dengan konsep manusia yang diidealkan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Metode ini juga membawa pertanyaan yang berkenaan dengan masalah nilai baik dan nilai buruk.
B.      Metode Eksplanatori
Metode eksplanatori bersangkut paut dengan pertanyaan tentang kondisi dan kekuatan apa yang membuat suatu proses pendidikan berhasil. Dalam hal ilmu pendidikan mendapatkan bantuan dari berbagai teori tentang pendidikan yang boleh jadi dihasilkan oleh ilmu – ilmu lain.
C.      Metode Teknologis
Metode teknologis ini mempunyai fungsi untuk mengungkapkan
bagaimana melakukannya dalam menuju keberhasilan pencapaian tujuan – tujuan yang diinginkan.
D.     Metode Deskriptif – Fenomenologis
Metode           ini        menciba          menguraikan   kenyataan       –          kenyataan pendidikan dan kemudian mengklasifikasikan sehingga ditemukan yang hakiki.
E.      Metode Hermeneutis
Metode           ini        mencoba         menguraikan   kenyataan       –          kenyataan pendidikan yang konkrit dan historis untuk menjelaskan makna dan struktur dari kegiatan pendidikan.
F.       Metode Analisis Kritis (Filosofis)
Metode ini menganalisis secara kritis tentang istilah – istilah, pernyataan – pernyataan, konsep – konsep dan teori – teori yang ada atau digunakan dalam pendidikan.
Syarat lain bagi disiplin ilmu pendidikan adalah memiliki evidensi empiris. Yang dimaksud dengan evidensi empiris adalah adanya kesesuaian (korespondensi) antara konsepsi teoritisnya dengan permasalahan – permasalahan dalam praktek sehingga disamping dapat menjelaskan kasus – kasus yang timbul, juga sekaligus dapat mendukung diaplikasikannya dalam menjawab permasalahan pendidikan di lapangan, dalam lingkup kajian ilmu pendidikan. Ini sesua dengan sifat ilmu pendidikan, yaitu teoritis dan praktis.
2.3Sifat Ilmu Pengetahuan
Selain memiliki unsur-unsur ilmu pengetahuan, harus juga memiliki sifat-sifat yang wajib diketahui, diantaranya : a. Rasional
b.    Empiris
c.     Fakta dan Teori
d.    Universal
e.    Akumulatif
f.      Sebagai Ilmu Normatif
g.    Praktis dan Teoritis
h.    Rohaniah
i.      Historis
Penjelasan
a.      Rasional
Ilmu pengetahuan harus bersifat rasional artinya ilmu tersebut harus mempunyai sifat kegiatan berpikir yang ditundukan pada logika atau penalaran . Berpikir rasional berarti berpikir secara sistematis yang kompleks dan konsepsional dengan kemampuan menggunakan lambang untuk dapat memberi arti yang hampir tidak terbatas kepada suatu objek material, seperti pada suara, gerak, warna dan rasa.
b.      Empiris
Ilmu pengetahuan harus bersifat empiris artinya kesimpulan atau konklusi ilmu pengetahuan yang diambil harus tunduk kepada pemeriksaan atau verifikasi indra manusia, maka kaidah logika formal dan hukum sebab-akibat harus menjadi dasar kebenaran yang bersifat relitas objektif dan netral.
c.       Fakta dan TeorI
Ilmu pengetahuan terdiri atas dua unsur besar, yaitu fakta dan teori. Teori mendefinisikan fakta sebagai observasi empiris yang bisa diverifikasi dan mempunyai tugas menempatan hubungan yang terdapat diantara fakta-fakta itu. Ilmu tidak dapat disusun hanya berdasarkan fakta saja, tetapi untuk menjadi ilmu pengetahuan fakta harus disusun dalam suatu sistem dan diinterpretasikan sehingga tanpa metode tersebut suatu fakta tidak akan bisa menjadi ilmu.
d.      Universal
Ilmu pengetahuan harus bersifat umum artinya kebenaran yang dihasilkan ilmu pengetahuan dapat diperiksa oleh para peninjau ilmiah dan dapat dipelajari atau diikuti secara umum serta dapat diajarkan secara umum pula. Kebenaran ilmu tidak bersifat rahasia tetapi memiliki nilai sosial sehingga kewibawaan ilmiah didapat setelah hasil itu diketahui, diselidiki dan dibenarkan veliditasnya oleh sebanyak mungkin ahli dalam bidang ilmu tesebut.
e.      Akumulatif
Ilmu pengetahuan harus bersifat akumulatif atau saling berkaitan artinya ilmu pengetahuan tersebut harus diketengahkan hubungan antara ilmu dan kebudayaan sebab ilmu merupakan salah satu unsur kebudayaan manusia. Misalnya, untuk dapat belajar manusia mempunyai kemampuan berbicara dan berbahasa. Selain itu, ilmu pengetahuan yang dikenal dewasa ini, merupakan kelanjutan dari ilmu yang ada sebelumnya.
f.        Normatif
Sebagai ilmu pengetahuan normatif, ilmu pendidikan merumuskan kaidah atau pedoman atau ukuran tingkah laku manusia. Sesuatu yang normatif berarti berbicara masalah baik atau buruk dari perilaku manusia. Ilmu Pendidikan merumuskan peraturan-peraturan tentang bertingkah laku manusia untuk mencapai keteraturan hidup.Keteraturan hidup akan menjamin kelangsungan keeratan (kohesi)antarmanusia (hubungan sosial manusia).
Ilmu pendidikan itu selalu berurusan dengan soal siapakah “ manusia ” itu. Pembahasan mengenai siapakah manusia itu biasanya termasuk bidang filsafat, yaitu filsafat antropologi. Pandangan filsafat tentang manusia sangat besar pengaruhnya terhadap konsep serta praktik-praktik pendidikan. Karena pandangan filsafat itu menentukan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh seorang pendidik atau suatu bangsa yang melakukan pendidikan.
Nilai yang dijunjung tinggi ini dijadikan norma untuk menentukan ciri-ciri manusia yang ingin dicapai melalui praktik pendidikan. Nilai-nilai tidak diperoleh hanya dari praktik dan pengalaman mendidik, tetapi secara normative bersumber dari norma masyarakat, norma filsafat dan pandangan hidup, malah dari keyakinan keagamaan yang dianut oleh seseorang.
Karena Ilmu Pendidikan bersifat normatif berarti pula bersifat praktis karena ilmu pendidikan sebagai bahan ajar yang patut diterapkan sehingga pendidik bertugas menanamkan sistem-sistem norma bertingkah laku manusia yang dibanggakan, dihormati, dan dijunjung tinggi oleh masyarakat.
                                g.           Praktis dan Teoritis
Ilmu pendidikan adalah termasuk ilmu pengetahuan empiris yang diangkat dari pengalaman pendidikan, kemudian disusun secara teoritis untuk digunakan secara praktis. Dengan menempatkan kedudukan ilmu pendidikan didalam sistemmatika ilmu pengetahuan.
Ilmu pendidikan bersifat normatif berarti pendidikan juga bersifat praktis karena pendidikan sebagai bahan ajar yang patut diterapkan dalam kehidupan, sehingga pendidik bertugas menanamkan sistem-sistem norma tingkah laku manusia yang dibanggaakan, dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat (kondisi sebaliknya akan menyebabkan anak dijauhi oleh masyarakat).
Secara etis ilmu pendidikan diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan hidup manusia, sebaliknya tindakan yang ditujukan untuk menistakan atau melaratkan manusia dikatakan diluar perbuatan pendidikan. Dalam ilmu mendidik teoritis para cerdik pandai mengatur dan mensistemkan didalam pemikiran masalah yang tersusun sebagai pola pemikiran pendidikan. Jadi dari pratik-pratik teoritis inilah pendidikan disusun secara teoritis. Dan pemikiran-pemikiran teoritis inilah yang disusun dalam suatu sistem pndidikan yang biasa disebut Ilmu mendidik teoritis.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan sebagai ilmu praktis adalah suatu praktek pendidikan untuk mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam mencari pengetahuan. Pendidikan sebagai ilmu teoritis adalah pendidikan dilaksanakan berdasarkan teori yang sudah ada untuk mempermudah jalanya pendidikan.
h.      Rohaniah
Ilmu pendidikan bersifat rohaniah karena selalu memandang peserta didik sebagai makhluk yang bersusila dan ingin menjadikannya sebagai makhluk yang beradab.
i.        Historis
Ilmu pendidikan bersifat historis karena menguraikan teori sistem pendidikan sepanjang jaman dan kebudayaan serta makna filosofis yang berpengaruh pada jaman tertentu.
2.4 Pengembangan pendidikan
Pengembangan pendidikan menjadi topik yang selalu hangat dibicarakandari masa ke masa. Isu ini selalu juga muncul tatkala orang membicarakan tentang hal-halyang berkaitan dengan pendidikan. Dalam pengembangan pendidikan, secara umumdapat diberikan dua buah model pengembangan yang baru yaitu: Pertama "top-downmodel" yaitu pengembangan pendidikan yang diciptakan oleh pihak tertentu sebagaipimpinan/atasan yang diterapkan kepada bawahan; seperti halnya pengembanganpendidikan yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional selama ini.
Kedua"bottom-up model" yaitu model pengembangan yang bersumber dan hasil ciptaan daribawah dan dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan penyelenggaraan dan mutupendidikan. Abdul Majid mendefinisikan pengembangan pembelajaran adalah suatu proses mendesain pembelajaran secara logis, dan sistematis dalam rangka untuk menetapkan segala sesuatu yang akan dilaksanakan dalam proses kegiatan belajar dengan memperhatikan potensi dan kompetensi siswa. Pengembangan pembelajaran hadir didasarkan pada adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan pembelajaran hadir juga didasarkan pada adanya sebuah kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan yang berkualitas bagi anak-anaknya semakin meningkat, sekolah yang berkualitassemakin dicari, dan sekolah yang mutunya rendah semakin ditinggalkan. Orang tua tidak peduli apakah sekolah negeri ataupun swasta. Kenyataan ini terjadi hampir di setiap kota di Indonesia, sehingga memunculkan sekolah-sekolah unggulan di setiap kota. Sehubungan dengan hal tersebut, maka proses belajar mengajar di ruang kelas telah pula banyak menarik perhatian para peneliti dan praktisi pendidikan dalamrangka meningkatkan mutu pembelajaran.
Oleh karena itu, pengembangan pembelajaran perlu digalakkan, sehingga dapat diketahui secara nyata, apa, mengapadan bagaimana upaya-upaya yang seharusnya dilakukan dalam meningkatkan mutupembelajaran yang diharapkan. Dengan demikian pembelajaran perlu dikelola dengan baik agar dapat mencapai hasil yang optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut, pengelolaan pembelajaran merupakan kunci keberhasilan menuju pembelajaran yang berkualitas.
Asumsi penulis, dalam hal ini adalah

1. Pengelolaan pembelajaran merupakan kunci keberhasilan pembelajaran

2.      Keberhasilan pembelajaran dapat terwujud jikaditentukan oleh kualitas manajemennya. Semakin baik kualitas pengelolaanpembelajaran, semakin efektif pula pembelajaran tersebut dapat mencapai tujuannya dan
3.      Pengelolaan pembelajaran yang efektif mempersyaratkan adanya kemampuanmenciptakan, mempertahankan dan memperbaiki pembelajaran, baik yang dilakukan didalam sekolah maupun di luar sekolah.







































BAB III

PENUTUP

Kesimpulan
Pendidikan merupakan sebagian dari kehidupan masyarakat dan juga sebagai dinamisator masyarakat itu sendiri. Memang kita semua mengatahui betapa sektor pendidikan selalu terbelakang dalam berbagai sektor pembangunan lainnya, bukan saja karena sektor itu lebih dilihat sebagi sektor konsumtif, juga karena “by definition” pendidikan adalah penjaga status quo masyarakat itu sendiri. Bayangkan betapa runyamnya kehidupan ini apabila tidak ada dasar pijakan dan tidak ada bintang penunjuk jalan.
Dibawah ini akan kami kemukakan syarat – syarat ilmu pengetahuan yang ada pada umumnya seta persetujuan antara para ahli ilmu pengetahuan sebagai berikut.
1.                  Syarat pertama ialah ilmu itu harus ada objeknya, tiap-tiap ilmu pengetahuan harus ada objek tertentu. Objek itu dapat sesuatu yang berwujud, misalnya psikologi kimia dan ada pula sesuatu yang tidak berwujud (seesuatu yang abstrak) misalnya ilmu pengetahuan.
2.                  Syarat kedua ialah ilmu itu disusun secara sistematis. Ilmu harus disusun secara teratur sehingga bagian-bagiannnya tidak bertentangan satu sama lain, tetapi merupakan satu kesatuan yang lengkap.
3.                  Syarat ketiga yaitu ilmu harus memiliki metodologi tetentu. Syarat ketiga ini sebenarnya erat sekali hubungannya dengan syarat kedua sebab teratur tidaknya dari hasil penyelidikan tergantung kepada cara-cara mengaturnya, yang mana hal ini termasuk lapangan/ bagian metodologi.
Sifat-sifat pendidikan sebagai ilmu
Pendidikan sebagai disiplin ilmu harus memiliki tiga syarat yaitu memiliki obyek studi (obyek material dan obyek formal), memiliki sistematika, dan memiliki metode. Pertama, kajian ilmu pendidikan memiliki obyek meterial yang disebut sebagai perilaku manusia. Perilaku manusia yang hidup dalam masyarakat pun bisa juga bisa dilihat dari segi-segi lainnya seperti psikologis, sosiologis dan antoropologis. Obyek formal ilmu pendidikan adalah menelaah fenomena pendidikan dalam perpektif yang luas dan integratif.
Kedua, ilmu pendidikan harus memiliki sistematika. Sistematika dalam ilmu pendidikan dibedakan dalam tiga tinjauan. Ketiga tinjauan itu adalah melihat gejala pendidikan sebagai gejala manusiawi, melihat pendidikan sebagai upaya sadar, dan upaya melihat pendidikan sebagai gejala manusiawi, sekaligus upaya sadar untuk mengantisipasi perkembangan sosio-budaya di masa depan.
Ketiga, ilmu pendidikan harus memiliki metode. Metode merupakan jalan atau upaya ilmiah untuk memahami dan mengembangkan ilmu yang bersangkutan. Metode yang sering dipakai dalam ilmu pendidikan seperti metode naratif, metode eksplanatori, metode teknologis, metode
deskriptif-fenomenologis, metode hermeneutis dan metode analisis krits
(filosofis)
Pengembangan pembelajaran hadir didasarkan pada adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan pembelajaran hadir juga didasarkan pada adanya sebuah kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan yang berkualitas bagi anakanaknya semakin meningkat, sekolah yang berkualitas semakin dicari, dan sekolah yang mutunya rendah semakin ditinggalkan.
Orang tua tidak peduli apakah sekolah negeri ataupun swasta. Kenyataan ini terjadi hampir di setiap kota di Indonesia, sehingga memunculkan sekolah-sekolah unggulan di setiap kota. Sehubungan dengan hal tersebut, maka proses belajar mengajar di ruang kelas telah pula banyak menarik perhatian para peneliti dan praktisi pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran.
Oleh karena itu, pengembangan pembelajaran perlu digalakkan, sehingga dapat diketahui secara nyata, apa, mengapa dan bagaimana upaya-upaya yang seharusnya dilakukan dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang diharapkan. Dengan demikian pembelajaran perlu dikelola dengan baik agar dapat mencapai hasil yang optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut.

 

Copyright @ 2015