Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Tuesday, September 12, 2017

POLIGAMI

Suatu ketika seorang wanita datang mengunjungi buya Hamka untuk curhat. Sambil menangis ia cerita ke buya:

"Buya.. suami sy nikah lagi. Sakit hati saya buya.. sakit sekali! Ingin cerai rasanya!
Susah payah sy temani dia sampai punya 5 anak, eeh malah skrg dia seenaknya nikah lagi! Sy hrs bagaimana, buya?"

Buya terdiam. Ia menghela nafas. Buya adalah seorang lelaki setia. Selama puluhan tahun menikah, sama sekali tak pernah terpikir di benaknya utk menduakan istri yg telah memberinya 12 anak. Bahkan, sampai istrinya wafat sekalipun, tak terbersit sedikitpun keinginan utk menikah lagi. Walau puluhan orang datang silih berganti menawarkan anak atau saudara perempuan mereka utk dinikahi, buya tetap bergeming. Tidak mau menikah lagi. "Belum lepas ingatan sy pada istri yg sdh membersamai sy puluhan tahun," demikian alasan Buya.

Tapi sebagai ulama, ia harus memberi jawaban sesuai syariah. Bukan jawaban berdasar pengalaman pribadi atau emosi semata. Maka ia tanyai sang wanita tadi.

"Ananda shalat?"
"Shalat buya. Malah sering juga salat duha, tahajjud, dan puasa senin kamis"
"Suami ananda shalat?"
"Selama ini kami selalu melakukannya bersama"
"Jadi apa alasan ananda meminta cerai? Sudahkah dipikirkan masak2?"

Wanita itu menangis.
Ia pun bercerita, bhw ia dan suami menikah krn saling cinta. Saat ini sdh menikah 9thn dan memiliki 5 anak. Pernikahan mrk bahagia, kecuali 1 hal yg mengganggu:
Aktivitas seks suaminya tak pernah berkurang.
Sebagai ibu 5 anak sekaligus seorang guru, ia sering kelelahan. Maka, ia pun sering menolak hasrat suaminya. Krn sering menolak, maka mrk pun sering terlibat pertengkaran. Klimaksnya adalah saat suaminya minta ijin utk nikah lagi. Bahkan sdh 2 bulan suaminya jarang pulang. Ia mencurigai si suami sdh menikah lagi.
"Itu sebabnya sy ingin cerai, buya"

Buya menjawab,
"Cerai mmg sesuatu yg halal. Tapi tidak disukai Allah.
Terkait suami ananda, ada 2 jenis laki2 yg memiliki kelebihan 'bakat alam' seperti dia.

Jenis pertama, adalah lelaki beriman.
Dia takut pada Tuhannya. Takut menjalani perbuatan yg dimurkai Allah. Takut kehilangan istrinya. Dia sayang pada keluarganya. Maka sebagai jalan keluar utk mengatasi bakat biologisnya, ia pun menikah lagi. Walau secara diam2. Menikah dgn cara ini halal, tidak dimurkai Allah.

Jenis kedua, adalah laki2 yg tak takut Allah.
Apalagi takut pada istrinya. Dia akan berbuat semaunya, termasuk berzina. Malah lebih parah lagi, bisa2 ia melakukan perkosaan sbg pelampiasan."

"Lalu bagaimana halnya dengan istri?

Sama. Ada 2 macam istri

Jenis pertama adlh istri yg tak takut Allah. Apalagi suaminya. Istri yg tak takut Allah ini akan melarang suaminya menikah lagi.
Ia memberi peluang suaminya berzina di luar rumah."

"Hanya ini yg bisa buya sampaikan. Buya dilarang agama utk menganjurkan ananda mengajukan cerai ke suami. Dan buya tidak berhak menganjurkan ananda utk bersabar. Keputusan ada di tangan ananda. Semua tergantung tinggi rendahnya iman seseorang pada Allah. Sekian ya?"

Tak lama si wanita itupun pulang.
Empat bulan kmdn ia berkunjung lagi ke rumah buya. Kali ini bersama suami dan 5 anaknya. Di akhir silaturahmi, si wanita berkata   pada buya,

Buya, sy lebih takut Allah daripada takut dimadu

Note :
1.  pada kenyataannya Buya Hamka sampai akhir hayatnya tidak berpoligami kok..beliau menikah lagi 10 tahun kemudian setelah istri nya wafat...#begitulah ulama yg konsisten menyampaikan syariat Allah apa adanya..

2. M.Natsir rahimahullah berdiskusi dan berbeda pendapat , berdebat dengan Soekarno..masalah poligami. M.Natsir sebagai ulama menjelaskan bahwa itu diatur dlm syariat Agama (pro pada hukum Allah tsb) adapun Soekarno bersikap sebaliknya (kontra) terhadap poligami.

Sampai wafatnya beliau , Pak M.Natsir tidak melakukan poligami dan Soekarno Sampat wafatnya mempunyai istri lebih dari 1 (berpoligami).

Wallohu a'lam

Wednesday, September 6, 2017

PENGERTIAN MANAJEMEN DAN MANAJER

MANAJEMEN DAN MANAJER

MANAJER
 setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumberdaya- sumberdaya    organisasi lainnya

Manajer diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :
1.    Menurut tingkatannya :
       * Tinggi (Top Manager)
       * Menengah (Middle Manager)
       * Bawah (Lower Manager)
2.    Menurut tanggungjawab dalam organisasi :
       * Manajer Umum (General Manager)
       * Manajer Fungsional (Functional Manager)

Tingkatan Manajer :
1.    Manajer Puncak
       Bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen organisasi
       Contoh : Direktur, Presiden, Kepala dsb
2.    Manajer Menengah
       Membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan  para manajer lainnya  juga karyawan
       operasional
       Contoh : Kepala Seksi, Kepala Bagian dsb
3.    Manajer Bawah
       Memimpin   dan   mengawasi   tenaga-tenaga operasional
       Contoh : Mandor, pengawas lapangan

MANAJER FUNGSIONAL DAN UMUM
1.   Manajer Fungsional Mempunyai tanggung jawab  hanya  atas satu kegiatan   organisasi
         produksi,pemasaran, personalia dan keuangan

2.   Manajer Umum Mengatur, mengawasi dan bertanggungjawab atas satuan kerja keseluruhan divisi       operasi yang mencakup  semua atau beberapa funsional satuan kerja kegiatan

APA YANG DILAKUKAN MANAJER
1.    Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain
2. Manajer   memadukan   dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan                 menetapkan prioritas-prioritas.
3. Manajer bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan
4. Manajer  harus  berpikir  secara  analistis  dan konseptual

PENGERTIAN MANAJEMEN

Siapa yang membutuhkan manajemen ?
 Perusahaan (bisnis)
 Semua tipe organisasi
 Semua tipe kegiatan

Mengapa manajemen dibutuhkan ?
1.     Untuk mencapai tujuan organisasi
2. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan
3. Untuk yang saling bertentangan mencapai efisiensi dan efektifitas

Efisiensi
Adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar
Derajat atau tingkat pengorbanan dari suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan
Konsep matematika : Ratio antara output (keluaran) dan input (masukan)
Output :
> Hasil
> Produktivitas
> Performance
Input :
> Tenaga Kerja
> Bahan Baku
> Uang
> Mesin dan Waktu

Seorang Manajer Efisien :
• Manajer yang bisa mencapai Output lebih tinggi dari input yang digunakan
• Manajer yang    dapat meminimumkan biaya penggunaan sumberdaya–sumberdaya untuk    mencapai output yang telah ditentukan.
• Manajer    yang    bisa    memaksimumkan output dengan jumlah input yang terbatas

Efektifitas
•Merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai     tujuan yang telah ditetapkan
•Derajat atau tingkat pencapaian hasil yang diharapkan

Manajer yang efektif :
Dapat memlilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode/ cara yang tepat untuk mencapai tujuan
Peter Drucker mengatakan bahwa:
•  Efektifitas  adalah  melakukan  pekerjaan  yang  benar
   (doing the right things)
•  Efisiensi  adalah  melakukan  pekerjaan  dengan  benar
   (doing things right)

Pengertian Manajemen
•   Manajemen  merupakan  proses  perencanaan (Planning), pengorganisasia(Organizing),pengarahan    (Actuating) dan pengawasan (Controlling) usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan           sumberdaya- sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah
    ditetapkan
•   Ilmu      tentang      upaya      manusia untuk memanfaatkan   semua   sumber   daya yang
    dimilikinya   untuk   mencapai   tujuan secara efektif dan efisien

Manajemen :
• Sebagai Ilmu (Science)  ilmu terus berkembang
 utk pembuatan keputusan
• Sebagai Seni (Art)  perencanaan, kepemimpinan, komunikasi &
segala sesuatu yang menyangkut manusia
• Sebagai Profesi
 Profesional     : pembuatan keputusan berdasarkan prinsip umum
 pendidikan formal
 Para  profesinal  mendapatkan  status  karena prestasi bukan favorit, suku dan kriteria lain 

Monday, September 4, 2017

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI - BAHASA INGGRIS

BAB  I PENDAHULUAN

A.   RASIONAL
Sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi, bahasa Inggris sangat diperlukan. Dengan menguasai bahasa Inggris, seseorang dapat meningkatkan pengetahuan  dan  keterampilannya  dan  ini  akan  dapat  dijadikan  sebagai  bekal untuk memperoleh serta membuka lapangan kerja. Dengan demikian, seluruh elemen lembaga pendidikan dan pelatihan dalam negeri harus berbenah dan memperbaiki diri jika ingin eksis di persaingan mendatang, atau akan ditinggalkan masyarakat. Mereka dituntut untuk mengkreasikan visi yang cocok pada lembaga yang dimiliki.
Kenyataan  menunjukkan  bahwa  kursus  dan  pelatihan  bahasa  Inggris  di
Indonesia  diselenggarakan  dalam  berbagai  program  dan  proses  pembelajaran yang  berbeda-beda  sesuai  dengan  kebutuhan  masyarakat,  dan  pengguna  jasa kursus dan  pelatihan.
Proses   pembelajaran   dengan   kurikulum   kursus   dan  pelatihan   bahasa Inggris   yang   telah   direvisi   ini   berbasis   kompetensi   dengan   menggunakan rancangan komunikatif “Communicative Approach”. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar baik secara lisan maupun tulisan.
Sumber Daya Manusia di bidang bahasa Inggris ini dituntut lebih proaktif
sehingga mampu merespon perubahan dan tren perkembangan dunia usaha baik di  tingkat  nasional,  regional  maupun    internasional.  Standar  kompetensi  yang dimiliki seseorang harusnya berorientasi pada standar kompetensi yang digunakan pada tingkat regional dan internasional.
Kursus bahasa Inggris merupakan program pendidikan dan pelatihan yang berbasis  kompetensi  dan  memberikan  keterampilan  agar  peserta  didik  terlibat dalam berbagai pengalaman belajar, dan memiliki arti bagi kehidupannya.
Oleh karena itu, perlu disusun program pembelajaran dengan standar kompetensi,   standar   ini   akan   menjadi   acuan   dalam   penyusunan   kurikulum berbasis kompetensi  sehingga  dapat dijadikan  standar oleh lembaga  kursus dan pelatihan  sesuai  dengan  UU  No.  20  tahun  2003  tentang  Sistem  Pendidikan Nasional  dan PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dengan demikian  disusunlah  Kurikulum  Berbasis  Kompetensi      untuk  menjawab permasalahan di atas.



B.   TUJUAN
1.   Tujuan Umum
Kurikulum  ini diharapkan  dapat  menjadi  salah  satu komponen  dalam  upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam hal pengalaman dan keterampilan  berbahasa  Inggris  sehingga  mampu  berkomunikasi  baik secara lisan maupun tulisan. 
2.   Tujuan Khusus
a. Peserta  didik  diharapkan   memiliki   pengetahuan   dan  keterampilan berbahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan dengan menggunakan kalimat sederhana sampai dengan kalimat yang rumit atau sukar.
b.  Peserta  didik  diharapkan   mampu  berkomunikasi   dalam  bahasa  Inggris secara baik dan benar dengan menggunakan kosa kata yang sesuai dengan program tertentu.

C.   HAKIKAT PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Hakikat pembelajaran bahasa Inggris dilaksanakan dengan sistem yang terintegrasi  (  four  languages  skills)  yang  dilaksanakan  di  lembaga  kursus  atau lembaga  pelatihan  serta  sesuai  dengan  dunia  nyata  sehingga  pada  akhirnya setelah  proses  pembelajaran  selesai  peserta  didik  kompeten  dalam  melakukan dan melaksanakan kegiatan komunikasi baik lisan maupun tulisan.
Pembelajaran  bahasa  Inggris  dirancang  untuk  memberikan  peserta  didik
kemampuan  dan pengalaman  melakukan  komunikasi  dalam  bahasa  Inggris  baik lisan   maupun   tulisan.   Peserta   didik   akan   diperkenalkan   pada   sistem   yang terintegrasi   dan  seiring   dengan   pembaharuan   berjalannya   kurikulum   proses belajar peserta didik dapat meningkat.

D.  RUANG LINGKUP
Kurikulum Berbasis Kompetensi ini disusun dengan memperhatikan kemampuan    dan   kewenangan    peserta   didik   dalam   menyelesaikan    materi pelajaran  untuk  berkomunikasi  di lingkungan  pekerjaan.  Untuk  itu, penyusunan kurikulum ini telah dibagi menjadi tiga program, yakni program: Survival English, English for Communication dan Advanced Communication in English.  Pembagian ini merupakan bagian dari penyusunan kurikulum berbasis kompetensi yang tidak lagi mengenal tingkatan (leveling) seperti tingkat dasar (elementary), trampil (intermediate) dan mahir (advanced). Tingkatan ini telah diubah menjadi Survival English sebagai pengganti tingkat dasar satu dan dua, English for Communication sebagi pengganti tingkat terampil satu dan dua, dan Advanced Communication in English sEbagai pengganti tingkat mahir.
Kursus  dan  pelatihan  bahasa  Inggris  mengembangkan   kemampuan  yang dirinci dalam cakupan sebagai berikut:
1.  Pemahaman tentang pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip dan elemen-elemen kompetensi yang dibutuhkan untuk mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris.
2.   Kemampuan  berkomunikasi  dalam lingkup pekerjaan  yang berkaitan  dengan bahasa Inggris.
3.   Nilai-nilai, sikap, dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

E.   PENDEKATAN  PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
1.   Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran bahasa Inggris dapat dimulai dari usia dini sampai pada mereka yang telah berusia lanjut. Untuk menjaga motivasi mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris maka diperlukan pendekatan pembelajaran:
a.   Melalui proses yang dikerjakan sendiri dan dilakukan di tempat kursus.
b.   Belajar sambil bekerja
c.   Belajar dapat menimbulkan rasa senang dan menyenangkan. 
2.   Dasar Penilaian
Penilaian Standar Kompetensi dari Sertifikasi mengutamakan  kestabilan dari pencapaian standar penilaian yang cermat dan teliti. Penilaian diciptakan untuk menghasilkan  lulusan yang kompeten  sesuai dengan kompetensi  yang diajarkan. Penilaian ini berhubungan dengan tujuan dan sasaran program sertifikasi, dan akan menilai kapasitas para peserta didik secara adil dan dapat dipercaya. Peserta didik akan dinilai melalui berbagai macam cara yang mengutamakan kemampuan mengimplementasikan materi ajar yang telah diberikan secara terintegrasi.
3.   Prosedur Penilaian
Penilaian  akan  dilakukan  sesuai  dengan  program  yang  diambil  oleh peserta  didik.  Penilaian  untuk  masing-masing   program  dilakukan  setelah peserta didik menyelesaikan seluruh unit kompetensi.
Untuk dapat mengikuti uji kompetensi, peserta didik menghubungi lembaga  sertifikasi  kompetensi  atau  tempat  uji  kompetensi  untuk mendaftarkan  diri  sesuai  dengan  jadwal  dan  program  yang  akan  diujikan. Peserta didik pun melengkapi persyaratan administarsi yang diperlukan. Selanjutnya penguji yang ditunjuk oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi akan melakukan   uji   kompetensi   yang   meliputi   materi   teori   dn   praktik   yang terintegrasi dalam keterampilan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara.

F.   PROFIL LULUSAN
Lulusan kursus dan pelatihan bahasa Inggris ini mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik  secara lisan maupun tulisan.

G.  HUBUNGAN DENGAN PROGRAM LAIN
Setelah peserta didik menyelesaikan program Survival English, English for Communication dan Advanced Communication in English, dan memperoleh ketiga sertifikat   kompetensi   tersebut,   mereka   dapat   menambah   keahlian   dengan pelatihan keterampilan yang lain untuk melengkapi kompetensi dan memperluas lingkup pekerjaan yang dapat diperoleh.

H.  EVALUASI
Untuk mewujudkan proses pembelajaran bahasa Inggris yang efektif dan mencapai  sasaran yang diharapkan,  maka diperlukan  evaluasi  yang terintegrasi, sehingga bila terjadi kelemahan dan kekurangan dapat diantisipasi dan dilakukan perbaikan. Penilaian yang dilakukan lebih menekankan pada proses dan hasil.
Evaluasi   yang   akan   dilakukan   melingkupi   evaluasi   kelas   dan   evaluasi program.
1.   Evaluasi Kelas
Pendidik dan tenaga kependidikan harus memiliki komitmen terhadap terwujudnya  pelaksanaan  proses pembelajaran  yang efektif sehingga setelah mengikuti program ini, peserta didik siap mengikuti dan berhasil dalam uji kompetensi  sesuai dengan unit kompetensi  yang ada dalam program  kursus yang diikuti.
Pendidik dan tenaga kependidikan harus mampu mendeteksi kelemahan atau kekurangan ketika proses pembelajaran  tidak mencapai tujuan pembelajaran 
dan ketika peserta didik tidak mencapai standar kompetensi pada akhir pembelajaran.
Peserta didik dapat memberikan umpan balik atas proses pembelajaran yang
telah  diikuti  dengan  harapan  proses  pembelajaran  selanjutnya  dapat  lebih efektif.

2.   Evaluasi Program
Evaluasi atas program akan dilakukan untuk mengetahui apakah program yang dilaksanakan senantiasa dapat memenuhi standar kebutuhan pemakai lulusan yang  digunakan   di  lingkungan   dunia   kerja.   Evaluasi   program   yang   akan dilakukan meliputi:
a.   Kurikulum akan ditinjau setiap 5 (lima) tahun sekali yang meliputi
kesesuaian antara kebutuhan peserta didik dengan pokok pembelajaran. b.   Bahan Ajar sudah memenuhi standar kompetensi yang dikehendaki pasar. c.   Metode pembelajaran yang digunakan sudah efektif atau belum.
d.   Apakah sistem evaluasi penilaian sudah memenuhi tujuan pencapaian program pembelajaran. 


BAB II STRUKTUR KURIKULUM

Ringkasan Program
Kurikulum Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi yang akan digunakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan dalam melaksanakan proses pendidikan dan pelatihan terdiri dari tiga program:
1.  Program Survival English dengan 22 unit kompetensi dengan lama belajar 144 jam dan distribusi        waktu 30% teori dan 70% praktek yang diberikan secara terintegrasi.
2.  Program English for Communication dengan 20 unit kompetensi dengan lama belajar
    144  jam  dan  distribusi  waktu  30%  teori  dan  70%  praktek  yang  diberikan  secara terintegrasi.
3.  Program  Advanced  Communication  in English  dengan    23 unit  kompetensi  dengan lama
    belajar 144 jam dan distribusi waktu 30% teori dan 70% praktek yang diberikan secara terintegrasi.

16 TENSES DALAM BAHASA INGGRIS

Di Indonesia di kenal 16 tenses bahasa inggris meski secara umum hanya 12 tenses. Tenses english secara sederhana dapat diartikan sebagai pola kalimat yang berubah menurut waktu merujuk pada masa lalu (Past), masa sekarang (Present) dan masa depan (Future). Dengan memahami tenses bahasa inggris kita bisa menyusun kalimat dengan lebih baik meski tidak harus selalu kita gunakan.

Berikut 16 tenses bahasa inggris yang akan kita pelajari dalam topik belajar grammar bahasa inggris kali ini :

1.   Present Tenses
•     simple present tense
Materi  pertama  belajar  grammar  tenses  bahasa  inggris  yaitu  The  Simple
Present  Tense.  The  Simple  Present  Tense  adalah  tenses  yang  puaaaling  banyak digunakan, dan karena paling banyak maka pembahasannya juga akan lebih panjang. Arti simple yaitu sederhana, sedangkan present adalah sekarang. Jadi bisa dikatakan bahwa   Simple   Present   adalah   tenses   (pola   kalimat)   yang   digunakan   untuk menceritakan waktu sekarang dalam bentuk sederhana. Nama lain daripada Present adalah BENTUK 1.
Jadi kapanpun Anda melihat kata present dalam tenses apapun, bisa dipastikan bahwa dia menggunakan  bentuk  1  –  bentuk  apa?  ya bentuk  verb, karena semua predicate itu wajib verb bukan, coba lihat posting awal grammar basic ini. Coba liat contoh-contoh kalimat dengan Simple Present dibawah ini

TOBE
I am a teacher You are a teacher We are teachers They are teachers He is a teacher She is a teacher
It is my cat

Kalau  Anda  mengamati,  maka  kalimat  diatas  semuanya  mengggunakan
PREDICATE-1 atau predikat dalam bentuk 1, lihat saja tobe nya tidak lepas dari AM
– IS – ARE. Contoh diatas adalah The simple present tense dalam bentuk nominal, karena semua kalimatnya menggunakan tobe-1
Apakah  ada bentuk lainnya?  Ada,  yaitu The Simple Present Tense dalam bentuk VERBAL. Yaitu yang tidak memiliki tobe tapi memiliki verb. Nanti akan di terangkan. Untuk saat ini cukup kita simpulkan bahwa ada 2 (dua) jenis Simple Present yaitu:

1. Nominal Simple Present
2. Verbal Simple Present

Untuk mengubah kalimat NOMINAL SIMPLE PRESENT kedalam bentuk negative (menyangkal) ataupun interrogative (bertanya) sangatlah mudah, amati:

(+) You are a teacher
(- ) You are NOT a teacher
(? ) Are you a teacher?
•     Present Continuous tense
Present Continuous tense dalam tenses bahasa inggris digunakan untuk tindakan yang sedang berlangsung sekarang, kejadian di waktu sedang berbicara dan tindakan yang berlangsung  hanya  untuk  jangka  waktu  yang  singkat.  Present  Continuous  tense disebut juga dengan Present Progressive Tense
Penggunaan :
1.   kejadian sekarang atau kegiatan sementara

contoh : Mr. Teguh si writing a new book
Mr. Teguh sedang menulis buku baru
2.   Rencana di masa depan yang sudah pasti waktunya (pribadi) I am going to Surabaya at 07.30 tomorrow
Saya akan pergi ke Surabaya jam 7.30 besok
3.   kejadian terkait atas sesuatu atau seseorang disekitar waktu sekarang atau sedang berbicara
contoh : it is raining day hari ini sedang hujan
4.
Rumus Present Continuous Tense : Positif (+):
subject + to be (am, is, are) + Verb – ing + object
Negatif (-) :
subject + to be + not + verb – ing + object
Tanya (?) :
to be + subject + verb – ing + object

Contoh Present Continuous Tense : (+) I am watching TV now
(-) Mr. Khanafi is not going to Jakarta
(?) Is Mrs. Annisa cooking in the kitchen ?)

Present Continuous tense membutuhkan :
- kata kerja “to be”
Tunggal,
I am (orang pertama) You are (orang kedua)
He / she / it is (orang ketiga)

Jamak,
We are (orang pertama) You are (orang kedua) They are (orang ketiga)
- bentuk kata kerja “-ing”

Contoh :
Go + ing = going
- Keterangan waktu (adverb of time) yang sering digunakan dalam Present
Continuous tense :
“NOW, RIGHT NOW, TOMORROW,etc”

•     Present Perfect tense
bentuk Present Perfect tense dalam tenses bahasa inggris digunakan untuk suatu tindakan sederhana  yang masih berlangsung atau  yang baru sajar berhenti, tetapi memiliki pengaruh hingga masa kini. Menempatkan penekanan pada hasil.

Penggunaan :
1. tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak pasti sebelum saat ini
2. tindakan di masa lalu dan memiliki pengaruh di masa sekarang
3. tindakan yang dimulai di masa lalu dan masih berlanjut di masa sekarang

Rumus : Positif (+)
Subject + has / have + been + object Subject + has / have + verb III + object Negatif (-)
Subject + has / have + not + been + object Subject +has / have + not + verb III + object Tanya (?)
Have / has + Subject + verb III + object
Have / has + subject + been + object

Contoh :
I have been at home for a month (+)
Mr. Handoko has not eaten the sate already (-) Has Mr. Imam been here since 06.00 ? (?)

Untuk membentuk kalimat Present Perfect (simple) tense kita perlu mengetahui tentang :
1. kata kerja (verb) “have” ( kata kerja bantu / auxiiliary verb)
- Bentuk tunggal, I have
You have
He / she / it has
- Bentuk jamak, We have
You have
They have
2. past participle (been / verb III) Contoh :
Talk = talked (regular) Go = gone (irregular)

•     Present Perfect Continuous tense
Present Perfect Continuous mengungkapkan tindakan yang telah dimulai di masa lalu dan sekarang masih  berlanjut.  Tenses bahasa inggris  ini  juga digunakan  untuk  menceritakan kejadian yang dimulai dimasa lalu dan baru saja selesai.
Penggunaan
1.   tindakan yang telah dimulai dimasa lalu dan masih berlanjut sekarang
2.    tindakan yang baru saja berhenti

Rumus : Positif (+)
Subject + has / have + been + verb-ing
Negatif (-)
Subject + has / have + not + been + verb-ing
Tanya (?)
Has/have + subject + been + verb-ing ?

Contoh :
(+) I have been watching TV for two hours
(+) He has been playing football since elementary school
(-) Marina has not been learning english for two years
(?) Have you been reading a book for an hour ?

Keterangan waktu (adverb of time) yang digunakan,
“for” dan “since” merupakan keterangan waktu yang sangat umum digunakan dalam Present
Perfect Continuous tense

5.   Past Tenses
•     Simple Past tense
Simple past Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang telah terjadi pada waktu tertentu di masa lalu. kejadian bisa pendek atau panjang. Berarti juga bisa menjadi beberapa kejadian terjadi satu demi persatu. Secara umum, Ada dua fakta penting yang perlu diingat dalam tenses bahasa inggris ini :
    kata kerja tak beraturan (Irregular Verbs)
kalimat negatif dan pertanyaan tidak seperti kalimat positif tetapi mempertahankan bentuk dasar kata kerja

Penggunaan
1.   Peristiwa di masa lalu yang telah selesai (misalnya : I went to school)
2.   Situasi di masa lalu (they lived a normal life until they won a lottery)
3.   Serangkaian tindakan di masa lalu

Rumus
Positif (+)
- Subject + to be (was/were) + complement
- Subject + verb 2 + object
Negatif (-)
- Subject + to be (was/were) + not + complement
- Subject + did not + verb 1 + object
Tanya (?)
- Did + subject + verb 1 + object ?

Contoh Simple Past tense:
(+) He was a businessman in 1999
(+) I sell these motorcycles in Surabaya
(-) She did not visit me yesterday
(-) My parents were not home this afternoon(-) (?) Did you play football yesterday?

Keterangan waktu (adverb of time) yang umum digunakan dalam simple past tense : Yesterday (kemarin, the other day (lain hari), just now (sekarang), the day before yesterday (sehari sebelum kemarin), etc

•     Past Continuous tense
Past Continuous Tense mengungkapkan tindakan di masa lalu yang sedang berlangsung. tindakan kadang dapat juga disela oleh sesuatu. bentuk tenses bahasa inggris ini disebut juga Past Progressive Tense

Penggunaan :
1. Tindakan yang sedang berlangsung
2. kegiatan sela yang sedang berlangsung
[Past Continuous] + When + [Past Simple]
3. kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu yang sama di masa lalu
4. Pertanyaan bersyarat / sopan
Misalnya : I was wondering if you could carry my bag.

Rumus
Positif (+)
Subject + to be (was/were) + verb-ing + object
Negatif (-)
Subject + was/were + not + verb-ing + object
Tanya (?)
- was/were + subject + verb-ing + object ?

Contoh - Past Continuous tense : (+) He was sleeping when I came
(-) He was not sleeping when I came (-) (?) Was he sleeping when I came ?
(+) I was working all night yesterday(+)
(-) I was not working all night yesterday (-) (?) were you working all night yesterday ?

•     Past Perfect Tense
Kita menggunakan Past Pefect (simple) tense untuk menunjukkan suatu tindakan di masa lalu berkaitan dengan tindakan lain sebelumnya di masa lalu.

Penggunaan :
1.   menceritakan sebuah tindakan yang sudah selesai sebelum tindakan lain di masa lalu
2.    kalimat pengandaian (Conditional Sentence) Type III If + subject + Past perfect +
would have + verb III
If we had known the answer, we would have told you
3.   kalimat tak langsung (reported speech)

Ann: I have searched all the rooms.
George: Ann said she had searched all the rooms.
George : Ann mengatakan bahwa dia sudah mencari semua kamar
untuk pembahasan selengkapnya tentang reported speech dalam berbagai tenses disini

Rumus Past Perfect Tense : Positif (+)
Subject + had + verb III + (past participle) + object
Negatif (-)
Subject + had + not + verb III + object
Tanya (?)
Had + subject + verb III + object ?

Contoh - Past Perfect tense :
(+) They had been here before 1945
(-) They had not been here before 1945 (-) (?) Had they been here before 1945 ? (?)
(+) She had gone to Amsterdam when I called her (+)
(-) She had not gone to Amsterdam when I called her (-) (?) Had she gone to Amsterdam when you called her ?

Keterangan waktu (Adverb of time) yang umum digunakan dalam past Perfect tense ini :
after, before, already, as soon as, just, yet, until, till, by the time that.
past Perfect tense juga digunakan untuk ungkapan seperti : “I wish”, “as if/though”
and “if only”.
I wish I hadn’t gone there.
aku berharap aku tidak pernah pergi kesana
Jono looked as if he had done something terrible.
Jono tampak seolah-olah ia telah melakukan sesuatu yang mengerikan

•     Past Perfect Continuous tense

Past Perfect Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan suatu tindakan yang dimulai di masa lalu dan berlangsung sampai tindakan lain yang di masa lalu. Penggunaan :
1. Durasi tindakan masa lalu sampai titik waktu tertentu di masa lalu juga
2. kalimat pengandaian (Conditional Sentence) Type III
If it hadn’t been raining, we would have played football
3. kalimat tak langsung (reported speech) Ann: I was crying
George: Ann said she had been crying
George : Ann mengatakan bahwa dia telah menangis

Rumus
Positif (+)
Subject + had + been + verb-ing + object
Negatif (-)
Subject + had + not + been + verb-ing + object
Tanya (?)
Had + subject + been + object ?

Contoh Past Perfect Continuous tense :
He had been living in Jakarta about ten years (+)
He had not been living in Jakarta about ten years (-) Had He been living in Jakarta about ten years ? (?)

Perbedaan antara Present Perfect Continuous and Past Perfect Continuous adalah : Present Perfect Continuous mengungkapkan tindakan  yang terus berlanjut sampai sekarang sedangkan Past Perfect Continuous tidak.
He has been playing for two hours
Dia telah bermain selama 2 jam (dia masih bermain atau baru saja selesai) He had been playing for two hours when arrived
Dia telah bermain selama 2 jam ketika saya tiba (sekarang tidak sedang bermain.

MODUL PRESENT CONTINOUS TENSE, PRESENT PERFECT TENSE DAN SIMPLE FUTURE TENSE

 PRESENT CONTINOUS TENSE
Menyatakan  kejadian yang sedang berlangsung.
1. RUMUS

(+) Subject + is/am/are + Ving + (object+adverb)
(-) Subject + is/am/are + not + Ving + (object+adverb)
(?) Is/am/are + subject + Ving + (object+adverb)
(-?) Is/am/are + subject + not + Ving + (object+adverb)
Example :
(+) She  is writing a letter now.
         (Dia sedang menulis sebuah surat sekarang)
 (-) She is not writing a letter now.
         (Dia tidak sedang menulis surat sekarang.)
  (?) Is she writing a letter now?
         (Apakah dia sedang menulis surat sekarang?)
         Jawaban untuk kalimat (?) bentuk ini adalah Yes,... atau No,....
         Jawaban :
        Yes, she is. (Ya)
        No, she is not. (Tidak)

2. FUNGSI
a.  Menyatakan kejadian yang sedang berlangsung di masa sekarang.
Example : Look at! Rifqi is dancing beautifully.

b. Menyatakan kejadian dalam kerangka proses.
→ Terdapat Time Signal = this + time

Example : Rifqi is studying at BBC this year.

c. Menyatakan kejengkelan.
→Terdapat adverb of frequency (keseringan)
Usually, often, always, .....

Example : you are alwasy disturbing me.
 (Kamu selalu mengganggu ku.)

d. Future time (sudah direncanakan sebelumnya.)

Example : Next time Rifqi is painting the wall.
(Minggu depan Rifqi akan mengecat tembok)

e. Menyatakan kejadian yang beransur-angsur berubah dimasa sekarang

Example :  Now the wind is blowing fasterland faster.
(Sekarang anginya berhembus semakin lama semakin kencang.)
f. Temporary characteristic (tumben)
→Syarat : kalimat nominal yang memenuhi syarat.

Example : You (be) are being foolish now.



PRESENT PERFECT TENSE

Menyatakan kejadian  yang sedang/sudah terjadi.

A. RUMUS
1. Rumus Bentuk Verbal Sentence
(+) S + have/has + V3 + o + adverb
(- ) S + have/has + not + V3 + o + adverb
(? ) Have/Has + s + V3 + o + adverb?

Example:
(+) She has written a letter since 2 days.
(-) She has not written a letter since 2 days.
(?) Has she written letter since 2 days?

2. Rumus Bentuk Nominal Sentence
(+) S + have/has + been + 3 complement (ANA)
(-) S + have/has + not + been + 3 complement (ANA)
(?) Have/Has + s + been + 3 complement (ANA) ?

Example:
(+) They have been here for two hours.
(-) They have not been here for two hours.
(?) Have they been here for two hours.

B. MAKNA
(+) Sudah/Telah
(-) Belum
(?) Sudahkah ..... ?/Apakah ..... sudah ..... ?
(-?) Belumkah ..... ?/Apakah ..... belum ..... ?


C. TIME SIGNAL
1. Just →Penekanan
Makna : Baru saja
Posisi : Middle

Example : Rifqi has just come. (Rifqi baru saja datang.)

2. Already →Penekanan (kejadian lebih dahulu dari pada yang dibayangkan)
Makna : Sudah
Posisi : Initial, Middle, Final

Example : Already they have got married.
They have already got married.
They have got married already.
(Mereka sudah menikah.)

Note : Just & Already tidak bisa digunakan untuk kalimat (-) & (-?).

3. Not ..... yet ( Belum) →Penekanan

Example : Rifqi hasn’t met a beautiful girl yet.
(Rifqi belum menemui cewek cantik)

4. Adverb of Frequency
Always, Often, usually, Seldom, Ever, Never, Sometimes, Occasionally

Example : Rifqi has never been sad.
(Rifqi belum pernah sedih)

5. Adverb yang menunjukkkan durasi waktu
Up to now
Up to the present
Until now
Till now
So far
All + time
All + my
Recently
Lateli

Example : Until now Roni  hasn’t got a wife.
(Sampai saat ini Roni belum mendapatkan istri.)


6. Since & For
Since : Sejak
For : Selama

 Example : Juned has been here since the rain stopped.
(Juned sudah disini sejak hujan berhenti)

Juned has been here for 2 hours.
(Juned sudah disini selama 2 jam)



SIMPLE FUTURE TENSE

Menyatakan kejadian yang akan datang.

1. RUMUS
Kalimat Verbal
(+) Subject + will/shall + V1 + (object+adverb)
(-) Subject + will/shall + not + V1 + (object+adverb)
(?) Will/Shall + subject + V1 + (object+adverb)
(-?) Will/Shall + subject + not + V1 + (object+adverb)

Note : will : digunakan untuk subject I, yuo, we, they, she, he, it
Shall : digunakan untuk subject I, we

Kalimat nominal
(+) Subject + will/shall + be + 3 complement
(-) Subject + will/shall + be + not + 3 complement
(?) Will/Shall + subject + be + 3 complement
(-?) Will/Shall + subject + not + be + 3 complement

2. Time signal
Nex + time
Next Sunday
Next day
Next night
Next week
Next month

General time in future time
Tomorrow
The day after tomorrow
Two day after tomorrow
Soon

3. Funsi
1. Menyatakan kejadian yang terjadi di waktu yang akan datang future time

Example : I will go to jakarta tomorrow. (saya akan pergi ke jakarta besok)

2. Prediksi
(Menyatakan prediksi mengenal sesuatu yang dianggap akan terjadi)

Example : Be carefull the boy will strike you.
(Hati-hati anak itu akan menyerangmu)

3. General truth in future
(Menyatakan kebenaran umum yang terjadi dimasa yang akan datang)

Example : Everyone will die. (Setiap orang akan mati)
Doomsday will come. (Kiamat akan datang)




SOAL :

Rifqi (smell) ................................. the flower now.

Tomorrow Zulfadlain (give) ............................... something to me.

Haq (come) ................................ next year.

My mother (cook) .......................................... in the kitchen.

I (live) ......................................... in Pegagan  now.

Rifqi (work) ......................................... in Pertamina for 3 years.

Ruslan (sleep) ................................... already.

My teacher  (arrive) ..............................

Haq (wash) ................................................. The car now.

Rifqi (study) ................................................ in BBC since 2015.

Friday, September 1, 2017

MEMAHAMI KONSEP TA’LIM TARBIYAH DAN TA’DIB

MEMAHAMI KONSEP TA’LIM TARBIYAH DAN TA’DIB


1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
(QS. Al 'Alaq: 1 - 5)


Pendidikan adalah usaha untuk membantu atau menolong pengembangan manusia sebagai makhluk individu, sosial, makhluk susila dan makhluk keagamaan.
Dalam Islam, pendidikan menjadi suatu perhatian utama. Oleh karena itu wahyu yang pertama-tama diturunkan, mengandung perintah membaca kepada Rasulallah SAW, seperti yang tertera dalam ayat 1 – 5 suratAl-alaq di atas: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-Mu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan kalam. Dia mengajarkan pada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Pengertian Ta’lim, Tarbiyah dan ta’dib
Ta’lim
Secara bahasa (etimologi), ta’lim merupakan bentuk masdar dari kata ‘allama-yu’allimu-ta’liman, yang berarti pengajaran. Sedangkan menurut istilah (terminologi) kata ta’lim adalah merujuk kepada pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampaian pengertian, pengetahuan dan ketrampilan.
Tarbiyah
Secara bahasa, tarbiyah merupakan bentuk masdar dari kata rabba-yurabbi-tarbiyyatan, yang berarti pendidikan. Sedangkan menurut istilah kata tarbiyah merupakan tindakan mengasuh, mendidik dan memelihara.
Ta’dib
Secara bahasa, ta’dib merupakan bentuk masdar dari kata addaba-yuaddibu-ta’diban, yang berarti mengajarkan sopan santun. Sedangkan menurut istilah ta’dib dapat diartikan sebagai proses mendidik yang memfokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti pelajar.
Dari definisi ketiga istilah di atas terlihat dengan jelas bahwa antara istilah ta’lim, tarbiyah dan ta’dib masing-masing memiliki perbedaan.
Memahami konsep Ta’lim, Tarbiyah dan Ta’dib
Untuk memahami terhadap konsep Ta’lim, Tarbiyah dan ta’dib, dapat dilihat dari beberapa uraian dan penjelasan para pakar atau ahli berikut ini:
Abdul Fattah Jalal, mendefinisikan ta’lim sebagai proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, penanaman amanah, sehingga diri manusia itu menjadi suci atau bersih dari segala kotoran dan menjadikan diri manusia itu berada dalam suatu kondisi yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari segala apa yang bermanfaat baginya dan yang tidak diketahuinya.
Menurut definisi ini, ta’lim mencakup aspek-aspek pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan seseorang dalam hidupnya serta pedoman perilaku yang baik, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. yunus ayat 5.
“ Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkannya manzilah-manzilah (ketempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu supaya kamu mengerti bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”.
Selain itu menurut definisi ini juga, ta’lim merupakan suatu proses yang terus menerus di usahakan manusia semenjak dilahirkan. Sebab manusia dilahirkan tidak mengetahui sesuatu apapun, sebagaimana firman Allah dalam surat An-nahl ayat 78:
“dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur”.
Menurut Muhammad Jamaludin al-Qosimi, bahwa at-tarbiyah ialah proses penyampaian sesuatu batas kesempurnaan yang dilakukan secara tahap demi tahap. Sebaliknya menurut Al-Asfahani at-tarbiyah adalah proses menumbuhkan sesuatu bertahap yang dilakukan sedikit sesuai pada batas kesempurnaan.
Menurut pengertian di atas, kata tarbiyah diperuntukan khusus bagi manusia yang mempunyai potensi rohani, sedangkan pengertian tarbiyah yang dikaitkan dengan alam raya mempunyai arti pemeliharaan dan memenuhi segala yang dibutuhkan serta menjaga sebab-sebab eksistensinya.
Menurut Sayed Muhammad An-Naquib Al-Attas, kata at-ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud dan keberadaannya.
Dalam definisi ini, ta’dib mencakup unsur-unsur pengetahuan (ilmu), pengajaran (at-ta’lim), dan pengasuhan yang baik (at-tarbiyah). Oleh sebab itu menurut Sayed Muhammad An-Naquib Al-Attas, tidak perlu mengacu pada konsep pendidikan dalam Islam sebagai tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib sekaligus. Karena ta’dib adalah istilah yangpaling tepat dan cermat untuk menunjukan dalam arti Islam.
Analisis Perbandingan anatara konsep Ta’lim, Tarbiyah dan ta’dib
Istilah Ta’lim, Tarbiyah dan ta’dib setelah dijelaskan dapatlah diambil suatu analisa. Jika ditinjau dari segi penekanannya terdapat titik perbedaan antara satu dengan lainnya, namun apabila dilihat dari unsur kandungannya, terdapat keterkaitan kandungannya yang saling mengikat satu sama lain yakni dalam hal memelihara dan mendidik anak.
Dalam ta’lim, titik tekannya adalah pada penyampaian ilmu pengetahuan yang benar, pemahaman, pengertian, tanggungjawab dan penanaman amanah kepada anak. Oleh karena itu ta’lim disini mencakup aspek-aspek pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan seseorang dalam hidupnya dan pedoman perilaku yang baik.
Sedangkan pada tarbiyah, titik tekannya adalah difokuskan pada bimbingan anak supaya berdaya (punya potensi) dan tumbuh kelengkapan dasarnya serta dapat berkembang secara sempurna. Yaitu pengembangan ilmu dalam diri manusia dan pemupukan akhlak yakni pengamalan ilmu yang benar dalam mendidik pribadi.
Adapun ta’dib, titik tekannya adalah pada penguasaan ilmu yang benar dalam diri seseorang agar menghasilkan kemantapan amal dan tingkah laku yang baik.
Dengan pemaparan ketiga konsep di atas, maka terlihatlah bahwa konsep Ta’lim, Tarbiyah dan ta’dib dapat digunakan secara bersama-sama untuk pendidikan Islam. Hanya saja proses ta’lim lebih luas jangkauannya dan lebih umum sifatnya dibandingkan dengan proses tarbiyah yakni mencangkup fase bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa. Sedangkan tarbiyah itu khusus pendidikan dan pengajaran fase bayi dan anak-anak. Penonjolan kualitatif pada konsep tarbiyah adalah rahmah (kasih sayang) dan bukannya ilmu (pengetahuan). Sementara dalam proses ta’dib pengetahuan lebih diutamakan dari pada kasih sayang. Oleh karena itu mua’lim dan mua’ddib adalah orang yang mendidik, mengajar anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang.

Wednesday, August 30, 2017

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen adalah salah satu bidang akuntansi yang bertujuan menyajikan laporan - laporan untuk tujuan dan kepentingan pihak internal perusahaan dalam melaksanakan suatu proses manajemen yang terdiri atas sebuah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengendalian.

                Beberapa sumber memberi definisi akuntansi manajemen dengan bermacam macam penjelasan, namun semuanya memiliki benang merah yang sama.

Akuntansi Manajemen memfokuskan diri untuk memberikan informasi keuangan guna keperluan internal manajemen perusahaan. Akuntansi Manajemen berhubungan dengan informasi tentang perusahaan untuk memberikan manfaat bagi pemakaii laporan keuangan khususnya yang berada didalam perusahaan yang digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan sebuah keputusan. Informasi tersebut juga digunakan untuk melihat/menilai hasil yang telah didapat dari aktivitas perusahaan, ntah itu untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian atau pengembilan keputusan tentang semua hal yang berhubungan dengan kebijakan yang menyangkut masa depan perusahaan.

Akuntansi Manajemen merupakan suatu proses identifikasi, pengukuran serta melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian serta sebuah keputusan yang tegas dan jelas bagi manajemen

Sebagai tambahan referensi, Pengertian Akuntansi Manajemen menurut ahli

·                     Halim dan Supomo [2000 : 3] akuntansi manajemen merupakan kegiatan yang menghasilkan informasi keuangan untuk manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi manajemen.
·                     Mulyadi [2001 : 2] akuntansi manajemen merupakan informasi keuangan dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen, yang dimanfaatkan oleh pemakai intern entitas.

Ruang lingkup informasi dalam Akuntansi Manajemen lebih cenderung sempit. tidak terfokus pada prusahaan sebagai satu entitas tetapi lebih detail lagi karena informasi yang dihasilkan ditujukan untuk melaporkan bagian bagian dari perusahaan, seperti bagian produksi, pemasaran serta yang lainnya. Tetapi kompleksitas ruang lingkup informasi yang dihasilkan kedepannya akan sejalan dengan tingkatan manajemen yang terlibat dalam pembuat sebuah keputusan.

Jadi, Akuntansi Manajemen bukan hanya sekedar mengandalkan satu disiplin ilmu akuntansi saja tetapi juga dibutuhkan disiplin ilmu dari manajemen guna mengatasi serta mengatur sumber daya perusahaan, selain itu diperlukan disiplin ilmu psikologi sosial yang berguna saat melakukan estimasi perhitungan, perkiraan penjualan produk juga pengendalian sumber daya manusia. Akuntansi Manajemen juga sering mengumpulkan informasi yang bersifat taksiran karena proses pengambilan suatu keputusan selalu berhubungan dengan masa mendatang.

Notes:

Kriteria-kriteria bagi Informasi Akuntansi Manajemen tak dibatasi oleh prinsip - prinsip akuntansi yang berlaku umum, selama informasi itu bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan, ntah itu dalam pengukuran, maupun perhitungan. Didalam Akuntansi Manajemen juga tidak ada organisasi ataupun aturan undang - undang yang mengikat serta mengatur aktivitas prakteknya selama aktivitasnya memberi manfaat bagi
manajemen maka entitas akan terus menggunakannya.

Manajemen tidak harus pusing dengan standart dan aturan akuntansi yang berlaku, dalam pencatatannya, manajemen bebas menggunakan pendekatan apa saja, dicatat dengan model apa saja, berbentuk seperti apa saja seperti keinginan manajemen, tidak peduli pihak external perusahaan mengerti apa tidak, karena pihak external tidak akan pernah menjumpai laporan akuntansi manajemen, tidak ada standar PSAK disini, semuanya terserah keinginan manajemen sesuai kebutuhannya hingga dirasa akuntansi manajemen ini bermanfaat sebagai dasar pengambilan keputusan, baik yang strategis ataupun non strategis guna mendapatkan goal yang diinginkan.

Pengertian Non Fiksi

Pengertian Non Fiksi

Karangan nonfiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam keidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer,
laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, desertasi, makalah, dan sebagainya.

Non fiksi adalah sebuah tulisan atau karangan yang dihasilkan dalam bentuk cerita nyata. Atau, cerita kehidupan sehari-hari yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Dengan kata lain, Non Fiksi adalah karya seni yang bersifat faktual. Hal-hal yang terkandung di dalamnya adalah nyata, benar-benar ada dalam kehidupan kita.

Perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi terletak pada masalah faktual atau tidak, imajiner atau tidak. Perbedaan antara keduanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan gaya bahasa atau apapun selain masalah fakta atau khayalan.

Karangan nonfiktif berusaha mencapai taraf objektifitas yang tinggi, berusaha menarik, dan menggugah nalar (pikiran) pembaca.

Bahasa karangan nonfiktif bersifat denotative dan menunjukan pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.

Nonfiksi dibagi menjadi 2 :
·                     Nonfiksi Murni : adalah buku yang berisi pengembangan berdasarkan data – data yang otentik
Nonfiksi Kreatif : berawal dari data yang otentik kemudian pengembangannya berdasarkan imajinasi yang pada umumnya dalam bentuk novel, puisi, prosa

AKHLAK TASAWUF

AKHLAK TASAWUF

      Ajaran Islam adalah ajaran yang bersumberkan wahyu Allah S.W.T, Al Quran yang dalam penjabarannya dilakukan oleh hadist Nabi Muhammad S.A.W. Masalah Akhlak dalam ajaran Islam sangat mendapatkan perhatian yang begitu besar. Akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan yang baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.
      Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seseorang, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Orang Mu’min yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya. Akhlak menurut Prof.Dr.Ahmad Amin Akhlak adalah kehendak yang dibiasakan,artinya bahwa kehendak itu bila membiasakan sesuatu,maka kebiasaan itu dinamakan akhlak Tasawuf adalah suatu kehidupan rohani yang merupakan fitrah manusia dengan tujuan untuk mencapai hakikat yang tinggi, juga bisa dijadikan jalan spiritual dan merupakan dimensi batin. Jadi bahwa apa yang berkaitan dengan perbuatan jiwa disebut dengan Tasawuf. Dalam pandangan Hamzah Fansuri, kemuliaan manusia terletak pada kesempurnaannya dalam berhubungan dengan Allah S.W.T.
manusia yang paling sempurna adalah mereka yang mampu memanifestasikan keseluruhan sifat Tuhan dalam dirinya.

Monday, August 28, 2017

TAUHID

Persegi Bersudut Tumpul: Ramadhan Saleh
MPI
TAUHID

Kita patut bersyukur pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa kita dilahirkan dalam keadaan beragama Islam. Karena Islam adalah agama keselamatan yang akan membawa kita kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Islam juga memberikan kita pedoman dan petunjuk yang harus kita pegang yaitu Alquran dan Al-Sunnah.
Kebahagiaan tidak dapat diraih dengan mudah hanya dengan kita beragama islam, tapi kita harus mempelajari ajaran-ajaran Islam dengan serius dan benar, karena belajar agama Islam hukumnya wajib. Dalam Islam yang harus pertama kita pelajari adalah tentang tauhid, yaitu mengesakan sang Pencipta Allah Ta’ala.
Para ulama, seperti Syaikh Ibnul Qoyyim membagi tauhid menjadi tiga berdasarkan dalil-dalil dari Alquran dan Al-Sunnah, yaitu tauhid “Uluhiyyah”, tauhid “Rububiyyah” dan tauhid “Al-Asma’ wa “Ash-Shifaat”.
Tauhid “Uluhiyyah”[1] artinya adalah mengesakan Allah Ta’ala dengan segala bentuk ibadah yang lahir maupun batin, dalam wujud ucapan maupun perbuatan, lalu menolak segala bentuk ibadah terhadap selain Allah Ta’ala, siapapun adanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Israa’:23 yang artinya “…Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kepada selain-Nya…”.
Tauhid “Rububiyyah”[2] adalah pengakuan sejati bahwa Allah adalah Rabb dari segala sesuatu dan Raja dari segala sesuatu, pencipta dan pemelihara segala sesuatu, yang berhak mengatur segala sesuatu.Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-An’aam:1 yang artinya “…Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi,dan mengadakan gelap dan terang…”.
Tauhid “Asma’ dan Sifat”[3] adalah mengimani segala sifat yang digambarkan oleh Allah untuk diri-Nya dalam Kitab-Nya, atau sifat yang digambarkan oleh Rasul-Nya dalam hadits, yakni berupa “Al-Asma’ , Al-Husna, dan Ash-shifat Al-Ula. Seperti firman-Nya dalam surat Thaaha:110 yang artinya “..Dia mengetahui apa yang ada dihapan mereka dan apa yang ada dibelakang mereka, sedangakan ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.”


10 Hadits Klik Disini

14 Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol

14 Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol

Prinsip Manajemen adalah dasar serta nilai yang menjadi intisari dari sebuah keberhasilan manajemen. Prinsip manajemen bisa juga merupakan dasar ataupun kaidah yang merupakan kebenaran secara fundamental yang dijadikan acuan pedoman didalam melaksanakan tugas memimpin sebuah usaha kerjasama untuk meraih suatu keseimbangan setinggi tingginya didalam upaya pencapaian tujuan manajemen. Henry Fayol, seorang asal Perancis menyatakan prinsip-prinsip manajemen seharusnya bersifat lentur, maksudnya perlu untuk dipertimbangkan sesuai dengan situasi maupun kondisi yang khusus dan berubah ubah. 14 prinsip prinsip manajemen menurut Henry Fayol terdiri atas : Prinsip Manajemen
 1. Division of Work | Pembagian Kerja Division of Work atau Spesialisasi pekerjaan kepada individu individu dalam lingkaranmanajemen untuk membangun sebuah pengalaman dan terus mengasah keahliannya sehingga pada akhirnya individu individu tersebut bisa menjadi lebih produktif dan menguntungkan. Terlebih lagi dengan kemampuan manusia yang memiliki banyak keterbatasan mengenai pengetahuan, kebutuhan waktu, dan perhatian sehingga keterbatasan keterbatasan ini bisa dijalankan oleh individu individu yang memiliki kemampuan untuk itu 
2. Authority and Responsibility | Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan pertanggung jawaban, kedua prinsip manajemen ini adalah kunci didalam melaksanakan roda usaha kerja sama. Bukan tanpa sebab, karena tanpa prinsip ini para manajer tidak akan bisa mengadakan suatu hubungan ke atas ataupun kebawah. Harus ada suatu kekuasan dalam memberi perintah dan sesuatu kekuatan yang bisa membuat manajer ditaati. Pertanggungjawaban akan timbul oleh adanya kekuasaan tersebut. Keduanya harus dalam kondisi yang seimbang dan tidak ada kekuasaan tanpa tanggungjawab, dan begitupun sebaliknya. Tanggung jawab terbesar ada pada manajer puncak. Kegagalan adalah terletak pada pucuk pimpinan, bukan pada karyawan yang berada dibawah karena pihak yang memiliki wewenang terbesar adalah para puncak manajer. Maka dari itu, jika seorang pucuk pimpinan tidak memiliki keahlian dan sifat kepemimpinan, maka wewenang yang ada bisa menjadi boomerang yang merugikan
3. Discipline | Disiplin Discipline atau disiplin sangat berhubungan dengan wewenang. Jika wewenang tidak bisa berjalan dengan semestinya, maka bisa jadi disiplin akan hilang. Maka, pemegang wewenang setidaknya harus bisa menanamkan rasa disiplin terhadap diri sendiri sehinggan nantinya memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan yang sesuai dengan wewenang yang dimiliki. Disiplin mencakup : kesungguhan hati, kerajinan, ketaatan, kesiapan, persetujuan, kebiasaan, tata krama antara organisasi tersebut dengan warganya 
4. Unity of Command | Kesatuan Perintah Kesatuan perintah adalah sebuah prinsip dimana perintah yang diterima bawahan tidak diperbolehkan untuk diberikan oleh lebih dari seorang petugas yang ada di atasnya. Dalam melaksanakan pekerjaan, para karyawan harusnya memperhatikan prinsip prinsip kesatuan perintah supaya pekerjaan bisa dilaksanakan secara baik. Tiap karyawan harus mengetahui kepada siapa dia harus bertanggungjawab yang sesuai dengan kewenangan yang didapatnya. Perintah yang diterima dari manajer yang lain kepada karyawan yang sama bisa mengakibatkan rusaknya wewenang dan tanggungjawab serta pembagian kerja. Untuk itu, pekerja harus memiliki hanya satu atasan tanpa ada perintah dari yang lain yang bisa jadi sangat bertentangan 
5. Unity of Direction | Kesatuan Pengarahan Kesatuan Pengarahan merupakan prinsip manajemen yang mengatakan setiap golongan pekerjaan yang memiliki tujuan yang sama, harus memiliki satu rencana dan dipimpin oleh satu manajer saja. Bisa dibedakan, dengan "unity of command" yang berhugunban dengan jalannya fungsi personalia sedangkan unity of direction berhubungan dengan struktur Didalam melakukan tugas dan tanggung jawab, pekerja perlu diarahkan pada sasarannya. Kesatuan pengarahan ini sangat berhubungan erat dengan pembagian kerja. Prinsip kesatuan pengarahan juga bergantung pada kesatuan perintah. 
6. Subordination of Individual Interest to General Interest | Subordinasi Kepentingan Perseorangan terhadap Kepentingan Umum Prinsip manajemen yang ini menyatakan bahwa tiap karyawan harus mengabdi kepentingan pribadi kepada kepentingan perusahaan atau organisasi. Prinsip ini seperti berupa syarat yang penting supaya aktivitas berjalan dengan baik dan lancar. Prinsip ini terjadi jika karyawan mempunyai kesadaran bahwa kepentingan pribadinya sebenarnya bergantung pada keberhasilan atau tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip manajemen ini bisa terwujud jika karyawan merasa senang dan nyaman dalam bekerja. Dalam prinsip ini intinya kepentingan kelompok harus bisa mengatasi kepentingan individu, Jika subordinasi ini mengalami gangguan, maka disini diperlukan manajemen untuk mendamaikan 
7. Remunerasi | Penggajian Pegawai Prinsip manajemen ini menurut Henry Fayol adalah pembayaran upah serta cara pembayaran yang adil serta memberi kepuasan yang maksimal untuk pegawan dan majikan. Dengan menggunakan sistem upah atau gaji yang memuaskan nantinya bisa merangsang pegawan untuk bisa bekerja lebih rajin lagi.
8. Centralization | Pemusatan Pemusatan adalah prinsip manajemen yang menyatakan seluruh organisasi harus bisa berpusat, harus memiliki pusat. Prinsip ini harus bisa menunjukkan hingga batas mana kewenangan itu dipusatkan ataupun dibagi pada suatu organisasi. Pemusatan kewenangan bisa menimbulkan pemusatan tanggung jawan pada sebuah aktivitas. Tanggung jawab yang terakhir dan terbesar berada pada orang yang memegang kewenangan tertinggi atau pucuk pimpinan manajer. Prinsip pemusatan bukan berarti ada kekuasaan untuk mempergunakan kewenangan, tapi untuk menghindari adanya simpang siur kewenangan dan tanggung jawab. Prinsip manajemen pemusatan ini juga tidak bisa menghilangkan asal pelimpahan kewenangan.
9. Chain of Command | Rangkaian Perintah | Hierarki Rangkaian Perintah merupakan prinsip manajemen yang mengharuskan perintah dari atas kebawah harus selalu mengambil jarak yang terdekat. Hierarki ini dibutuhkan untuk kesatuan arah perintah. Rantai perintah ini mengacu kepada jumlah tingkatan yang ada pada hierarki dari otoritas tertinggi sampai tingkat yang paling rendah pada sebuah organisasi. Garis otoritas jaraknya tidak boleh terlalu jauh. 
10. Order | Ketertiban Prinsip manajemen ini bisa jadi adalah syarat yang utama karena pada umumnya tidak ada orang yang dapat bekerja pada keadaan kejang atau kacau. Ketertiban pada suatu pekerjaan bisa terwujud jika semua karyawan memiliki disiplin dan ketertiban yang tinggi. 
11. Equity | Keadilan Prinsip keadilan menurut Henry Fayol dianggap sesuatu yang bisa memunculkan kesetiaan dan ketaatan karyawan dengan cara mengkoordinasikan keadilan dan kebaikan para manajer didalam memimpin para bawahan dan memicu tumbuhnya rasa tunduk kepada kekuasaan dari atasan. Menurut Atmosudirdjo, Keadilan merupakan realisasi dari sesuatu yang telah tetap. Kewajaran membutuhkan banyak pikiran sehat, pengalaman dan kebaikan hati. Umumnya, karyawan menuntuk diperlakukan dengan wajar, mendapat apa yang telah menjadi haknya. Prinsip ini mutlak diperlukan karena menuntut manajemen untuk memperlakukan bawahan dengan baik. 
12. Stability of Tenur of Personel | Stabilitas Masa jabatan dalam Kepegawaian Perputaran karyawan yang tinggi bisa menyebabkan ongkos yang tinggi dalam produksi, untuk itulah prinsip ini dijalankan. Karyawan akan bekerja dengan lebih baik apabila mendapat stimulus keamanan pekerjaan dan jenjang karir yang pasti. Butuh waktu untuk seorang pekerja agar bisa menyesuaikan diri terhadap jabatan atau fungsinya yang baru serta untuk menunaikan tugas dengan baik
13. Inisiative | Prakarsa Inisiatif merupakan prinsip manajemen yang menyatakan seseorang kepala harus pintar dalam memberikan inisiatif. Inisiatif muncul dari dalam diri seorang yang mempergunakan daya pikir. Inisiatif memunculkan kehendak untuk mewujudkann sesuatu yang bernilai guna bagi penyelesaian pekerjaan dengan cara yang sebaik baiknya. Pada Prakarsa ini terhimpun perasaan, kehendak, pikiran, keahlian serta pengalaman seseorang yang nantinya akan di realisasi. Setiap prakarsa atau inisiatif yang datang hendaknya harus dihargai setinggi tingginya bila inisiatif tersebut memberikan nilai manfaat yang luar biasa bagi organisasi sehingga karyawan yang memberi inisiatif tersebut dan juga manajemen akan mendapatkan kepuasan serta materi yang setimpal.
14. Esprit de Corps | Semangat Kesatuan Esprit de Corps atau kesetiaan kelompok merupakan prinsip manajemen dimana setiap pegawai harus mempunyai rasa kesatuan senasib sepenangungan yang bisa menciptakan semangat kerja sama yang lebih baik. Semangat kesatuan ini bisa muncul jika tiap tiap karyawan memiliki kesadaran bahwa tiap pekerja berarti bagi pekerja yang lain dan pekerja lain sangat diperlukan oleh dirinya. Manajer yang mempunyai jiwa kepemimpinan akan bisa memunculkan semangat kesatuan ini. Sebaliknya, jika manajer tidak memiliki kepampuan, bisa berakibat perpecahan.

 

Copyright @ 2015